Cerita Dewasa Gairah Sex Wanita Setengah Baya

Posted on
Cerita Dewasa Gairah Sex Wanita Setengah Baya – Cerita ngentot terhot, Sebelumnya kisah sex yang pernah saya publish ialah Cerita Dewasa Pengalaman Di Entot Paman Berkali-KaliCerita
sex terbaru, novel sex terlengkap, cerita dewasa terupdate, cerita
mesum terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terselubung,
cerita xxx terhot, cerita ml abg perawan, cerita porno janda binal
| Pembaca situs Novel Seks, berikut ini adalah kisah kehidupan dan
pengalaman sex aku selanjutnya. Setelah 5 pengalamanku sebelumnya sudah
aku tuangkan di dalam situs ini (Kisah bersama wanita sebaya, Mantan
anak ibu kost, Liarnya wanita setangah baya 1-2, Ica anak seorang
pejabat, Nikmatnya bercinta di kantor 1-2), mungkin berikut ini adalah
kisah selanjutnya dari beberapa kejadian yang mewarnai kehidupan sex
aku.

Cerita Sex Dewasa 2016 Gairah Sex Wanita Setengah Baya

cerita dewasa, cerita dewasa 2016, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa igo, cerita dewasa igo terbaru, cerita dewasa igo bugil, cerita dewasa igo 2016
Ilustrasi Foto STW Bispak IGO Bugil Terhot

Entah kenapa, semakin aku sering melakukan
Making Love dengan seseorang, membuat kehidupan sex aku bersama istriku
semakin romantis saja. Dan entah semua itu semakin bisa aku nikmati.
Mungkin semua ini adalah dampak dari terlalu tingginya libidoku sehingga
saat aku lagi mood, tidak jarang setelah siangnya atau sorenya aku
melakukan dengan teman kencanku, malamnya aku ganti menservice istriku.

Aku
selalu bersyukur mempunyai kelebihan dalam urusan bercinta. Ditambah
pengetahuan sex aku yang aku dapatkan dari film BF, buku-buku sampai
obrolan-obrolan dengan teman di kantor, membuat aku semakin bisa
menyelami tentang apa itu sex. Sehingga aku benar-benar fasih dalam
menerjemah apa yang aku dapat dari pengetahuan tentang sex. Itu terbukti
dengan keluarnya banyak pujian dari para teman making love aku.
Rata-rata mereka sangat puas saat bercinta denganku, dan mereka
menemukan, merasakan dan menikmati sesuatu yang sebelumnya belum pernah
mereka rasakan dalam masalah sex.

Cerita ini berawal
dari perkenalanku dengan seorang ibu rumah tangga, yang entah bagaimana
ceitanya ibu rumah tangga tersebut mengetahui nomor cellulerku.

Siang itu saat aku sedang menikmati masa istirahatku di kantin, tiba-tiba cellulerku berbunyi.

“Hallo, selamat siang Dandy” suara perempuan yang manja terdengar.

“Hallo juga, siapa ya ini?” tanyaku serius.

“Namaku Maya” kata perempuan tersebut mengenalkan diri.

“Maaf, Mbak Maya tahu nomor HP saya darimana?” tanyaku menyelidik.

“Oya, aku temannya Via dan dari dia aku dapat nomor kamu” jelasnya.

“Ooo, Mbak Via” kataku datar.

Aku
mengingat kembali kisahku sebelumnya yang berjudul Kisah bersama Ibu
Muda. Via seorang sekretaris yang juga ikut ‘mewarnai’ kehidupan sex
aku.

“Gimana khabar Mbak Via?” tanyaku.

“Baik, dia titip salam kangen sama kamu” jelas Maya.

Gairah Sex Menggebu – Sekitar
5 menit, kami berdua mengobrol layaknya orang yang sudah kenal lama.
Suara Maya yang lembut dan manja, membuat aku menerka-nerka bagaimana
bentuk fisik dari wanita tersbut. Saat aku membayangkan bentuk fisiknya,
Maya membuyarkan lamunanku.

“Hallo.. Dandy, kamu masih disitu?” tanya Maya.

“Iya.. iya Mbak..” kataku gugup.

“Hayo mikir siapa, lagi mikirin Via ya?” tanyanya menggodaku.

“Nggak kok, malahan mikirin Mbak Maya tuh” celetukku.

“Masa sih.. Jadi GR nih” dengan suara yang menggoda.

“Dandy, boleh kan kalau aku mau ketemu kamu?” tanya Maya.

“Boleh aja Mbak.. Dengan senang hati” jawabku semangat.

“Oke deh, kita mau ketemuan dimana?” tanyanya semangat.

“Terserah Mbak deh, Dandy ngikut aja” jawabku pasrah.

“Oke deh, nanti sore aku tunggu kamu di excelso di Tunjungan Plasa” katanya.

“Oke, sampai nanti Dandy.. Aku tunggu jan 18.00” sambil berkata demikian, HP nya langsung off.

Waktu
menunjukkan pukul 16.30, tiba saatnya aku pulang kantor dan segera
meluncur ke Tunjungan Plaza. Sebelumnya aku prepare di kantor, aku mandi
dan membersihkan diri setelah seharian aku bekerja. Untuk perlengkapan
mandi, memang setiap hari aku membawa karena memang aku sering olahraga
setelah jam kantor.

Tiba di TP, aku segera memarkir mobil
starletku yang butut di lantai 3. Jam ditanganku menunjukkan pukul 18
kurang seperempat. Aku segera menuju ke excellso seperti yang dikatakan
Maya.

Aku segera mengambil tempat duduk disisi pagar kaca,
sehingga aku bisa melihat orang hilir mudik di area pertokoan terbesar
di Surabaya ini. Saat mataku melihat situasi di sekelilingku, bola
mataku berhenti pada seorang wanita setengah baya yang duduk sendirian.
Menurut tebakan aku, wanita ini berumur sekitar 35 tahun ke atas.
Wajahnya yang lumayan putih, membuat aku tertegun. Mataku yang mulai
nakal, berusaha menjelajahi pemandangan yang sangat menggiurkan di
depanku. Kakinya yang jenjang, ditambah dengan belahan pahanya yang
putih di balik rok mininya, membuat semakin aku gemas. Dalam hatiku, wah
betapa bahagianya aku jika orang tersebut adalah Maya yang menghubungi
aku siang tadi.

Disaat aku membayangkan sosok di depan mataku,
tiba-tiba wanita itu berdiri dan menghampiri tempat dudukku. Dadaku
berdegup kencang ketika dia benar-benar mengambil tempat duduk semeja
dengan aku.

“Maaf, kamu Dandy ya?” tanyanya sambil menatapku.

“Iy.. iyaa.. Kamu Maya?” tanyaku balik sambil berdiri.

Jarinya
yang lentik menyentuh tanganku untuk bersalaman dan darahku terasa
mendesir ketika tangannya yang halus meremas tanganku dengan halus.

“Silahkan duduk May” kataku sambil menarik satu bangku di depanku.

“Terima kasih” kata Maya sambil tersenyum.

“Dari tadi anda duduk disitu kok tidak langsung kesini?” tanyaku.

“Aku tadi sempat ragu, apakah kamu memang Dandy” jelasnya.

“Aku tadi juga berpikir, apakah wanita yang cakep ini kamu?” kataku sambil senyum.

Kami
bercerita panjang lebar tentang apapun yang bisa diceritakan,
kadang-kadang kami berdua saling canda, saling menggoda dan sesekali
bicara yang ‘nyerempet’ ke arah sex. Lesung pipinya yang dalam, menambah
sempurna saja wajahnya yang semakin matan. Kisah Sex Pemerkosaan

Dari pembicaraan
tersebut, terungkaplah kalau Maya adalah seorang wanita yang sedang
tugas di Surabaya. Maya adalah seorang pengusaha dan kebetulan selama 3
hari dinas di Surabaya.

“May, kamu kenal Via dimana?” tanyaku mnyelidik.

“Via
adalah teman chattingku di YM, aku dan via sering online bersama. Dan
kami terbuka satu sama lain dalam hal apapun. Begitu juga untuk kisah
rumah tangga, bahkan masalah sex sekalipun.” mulut mungil Maya
menjelaskan dengan penuh semangat.

“OOo, begitu..” kataku sambil manggut-manggut.

“Ini
adalah hari pertamaku di Surabaya dan aku berencana menginap 3 hari,
sampai urusan kantorku selesai” jelasnya tanpa aku tanya.

“Sebenarny tadi Via juga mau dateng tetapi karena ada acara keluarga, mungkin besok baru bisa dateng” jelasnya kembali.

“Memang Mbak Maya nginap dimana?” tanyaku.

“Kebetulan sama perwakilan kantor disini, di bookingin di Hotel E..” jelasnya.

“Mmm, emang Mbak sama sapa sih?” tanyaku menyelidik.

“Ya sendirilah, Dandy.. Makanya saat itu aku tanya Via” kata Maya.

“Tanya apa?” tanyaku mengejar.

“Apakah punya teman yang bisa temanin aku selama di Surabaya” kata Maya.

“Dan dari situlah aku tahu nomor celluler kamu” lanjutnya.

Tanpa
terasa jam tanganku menunjukkan pukul 21.15 wib, dan aku liat
sekelilingku pertokoan mulai sepi karena memang sudah mau tutup.

“Dan.. Kamu mau anter aku balik ke hotel?” tanya Maya.

“Boleh, masa iya aku tega biarin Mbak Maya sendirian balik ke hotel” kataku.

Setelah
obrolan singkat, kami segera menuju parkiran mobil dan segera meluncur
ke Hotel E.. Yang tidak jauh dari pusat pertokoan Tunjungan Plasa.

Aku
dan Maya bergegas menuju lift untuk naik ke lantai 3, dan sesampainya
di kamar nomor 306, Maya menawarkan aku untuk masuk sejenak. Bau parfum
yang menggugah syaraf kelaki-lakianku serasa berontak ketika aku
berjalan di belakangnya.

“Silahkan duduk Dan, aku mau mandi dulu” kata Maya sambil melempar tas kecilnya, diatas ranjang.

Mataku
menyelidik, apakah benar Maya sendirian dalam kamar. Dan memang benar
kelihatannya dia sendirian. Aku lihat kopor kecilnya yang masih rapi,
nampak hanya beberapa helai gaun yang berada di atas ranjang. Saat
mataku masih asyik menjelajahi ruangan kamar Maya, tiba-tiba sesosok
tubuh yang jenjang dengan hanya mengenakan sehelai handuk yang menutupi
tubuhnya yang molek.

“Dandy, aku minta tolong nih buangan airnya
di bathup nggak bisa dibuang” kata Maya sambil tetap berdiri di muka
pintu kamar mandi.

Aku segera bangkit dari dudukku dan berjalan
menuju kamar mandi. Ketika aku melewati tubuh Maya, mataku yang nakal
sedikit mencuri pandang di belahan dada Maya yang terkesan menyembul
keluar karena terhimpit ketatnya handuk yang menutupi tubuhnya. Aroma
sabun lux kuning merasuk menusuk hidungku, aku segera menuju bathup yang
dimaksud oleh Maya.

Aku menggunakan tangkai sendok untuk
mencungkil karet penutup bathup yang memang rapat sekali. Aku berusaha
membuka secepatnya karena pikiran kotor mulai menjejali otakku. Dan
akhirnya”sswaasshh..” suara air langsung keluar ketika karet penutupnya
sudah terlepas.

“Oke May.. Sudah terbuka nih, silahkan lanjutin
mandinya” kataku sambil masih membelakangi tubuh Maya yang sedang
berdiri di belakangku. Ketika aku membalikkan badanku, betapa kagetnya
aku dengan pemandangan di depan mataku. Tubuh Maya tidak dibalut lagi
oleh handuk putih yang melekat di tubuhnya tadi.

“Ma-Maaff.. Aku mau keluar May” kataku gugup.

Maya
tidak menjawab dan bahkan tidak memberiku jalan. Wanita itu langsung
berhamburan memeluk tubuhku, dan merangkul leherku dengan erat.

“Dan,
Via sudah ceritakan kehebatan permainan sex kamu” aroma bau mulutnya
yang segar, membuat jantungku semakin berdetak kencang.

“Mmm, anu Mbak.. Mungkin Via terlalu berlebihan” kataku.

“Berikan
aku kenikmatan itu Dan..” sambil berkata demikian, bibir mungil Maya
langsung mendarat di bibirku. Lidahnya yang liar serasa menggeliat
mencari lidahku.

Lidahku yang sudah mulai terpancing birahi,
langsung menyambut keliaran lidah Maya. Tanganku yang tadi hanya berdiam
diri, sekarang aku beranikan memeluk tubuhnya yang sexy bagaikan
Britney Spears. Aku merasakan dadanya yang montok mendesak dadaku yang
bidang. Sesekali tanganku mulai semakin berani menjelajahi pinggul Maya,
pantatnya yang masih terlihat kencang walaupun sudah menginjak 35
tahun. Aku meremas pantatnya berkali-kali sehingga hal itu membuat nafsu
Maya semakin naik.

Bibirku yang sudah mulai murka dan terbawa
birahiku yang mulai merangkak ke kepalaku. Lehernya yang jenjang menjadi
sasaran empuk bibirku yang mulai menari-nari di atasnya.

“Ooohh.. Dandy.. Geelli..” desah Maya.

Serangan bibirku semakin menjadi di leher Maya, sehingga dia hanya bisa merem melek mengikuti jilatan lidahku.

Setelah
aku puas dilehernya, aku mulai menurunkan tubuhkan sehingga bibirku
sekarang berhadapan dengan 2 buat bukit kembarnya yang masih ketat dan
kencang. Aku semakin terbawa dalam aliran birahi yang meledak-ledak,
bibir Maya yang mulai terasuki nafsu birahinya sendiri mulai ganas
melahap bibriku.

Jari jemarinya yang lentik, sepertinya terlatih untuk membuka semua kancing yang menempel di hem yang aku kenakan.

Disaat
aku mulai telanjang dada, bibirnya mulai menjalar ke arah leherku dan
sesaat kemudian bibirnya sudah mendarat pada dadaku. Jilatan lidahnya
yang semakin liar, sepertinya tidak ingin menyisakan sedikitpun dada
bidangku.

Darahku mendesir hebat hingga membuat aku terangsang
hebat, ketika lidahnya menari di puntingku. Daerah yang paling sensitif
di tubuhku, yang bisa menggugah nafsu birahiku secara sepontan.

“Ohh.. May.. Aaakh” aku merintih sambil menekan tengkuknya ke dada bidangku.

Maya
benar-benar sudah di kuasai oleh birahi yang tinggi, dan tanpa aku
sadari ketika aku sudah merasakan kaki sudah dingin. Ternyata Maya sudah
melepas jeans yang aku pakai sebelumnya, sehingga sekarang aku hanya
menganakan celana dalam saja.

Lidahnya semakin lama semakin ke
bawah dan sampailah lidahnya memainkan pusarku. Tangannya meremas kedua
pantatku sehingga aku benar-benar terangsang hebat.

Dengan gaya
yang sudah fasih, giginya berusaha menarik celana dalamku dari depan.
Kedua tanganya dengan mudah menarik CD ku dari belakang.

“Gila.. Pantes Via puas, habis penismu gede seperti ini” kata Maya memuji.

Adik
kecilku yang tadi sudah ingin melepaskan diri dari belenggu CD yang
membatasinya akhirnya bisa lepas. Aku melihat kebawah dan melihat Maya
yang sedang tertegun dengan besarnya penisku. Penisku berdiri tegak
sekali dan sesaat kemudian.

“Mmm.. Srup.. Srupp” mulut Maya yang mungil mulai mengulum batang penisku.

“Aakhh.. May.. Nikmmaat.. Sekkalii” rintihku.

Tanganku
menekan dalam-dalam kepala belakang Maya, utnuk memudahkan bergerak
maju mundur dan ketika penisku benar-benar terlean dalam mulut Maya,
kenikmatan yang luar biasa aku rasakan ketika ujung penisku menthok pada
dasar mulut Maya.

“Sss.. Maayy.. Uhh” aku mendesah kenikamatan.

Maya
tidak mempedulikan desahan, rintihan dan eranganku, wanita itu denagn
buasnya mengulum, menjilat, mengocok dan mengoral batang kemaluanku.

Sampai aku tidak kuat berdiri.

Setelah
Maya puas dengan aksinya, Maya bangkit dari posisi pertama yang
sebelumnya jongkok di bawah selangkangan aku. Kesempatan ini tidak aku
sia-siakan untuk mendorong tubuhnya sehinga tubuh Maya terduduk di
kloset. Aku langsung jongkok dan membuka kedua pahanya yang putih.
Lubang vaginanya yang memerah dan disekelilingi rambut-rambut yang
begitu lebat. Aroma wangi dari lubang kewanitaannya, membuat tubuhku
berdesir hebat. Tanpa menunggu lama lagi, lidahku langsung aku julurkan
ke permukaan bibir vagina.

Tanganku bereaksi untuk menyibak rambut yang tubuh disekitar selangkangannya untuk memudahkan aksiku menjilati vaginanya.

“Sss.. Dandyy.. Nikmaat sekali.. Ughh” rintih Maya.

Tubuhnya
menggelinjang, sesekali diangkat menghindari jilatan lidahku di ujung
clitorisnya. Gerak tubuh Maya yang terkadang berputa-putar dan naik
turun, membuat lidahku semakin berani menghujam lebih dalam ke lubang
vaginanya.

“Daanndy.. Gilaa banget lidah kamu..” rintih Maya.

“Terus.. Sayang.. Jangan lepaskan..” pintanya.

Lidahku
bergerak keluar masuk dalam lubang vaginanya, sesekali aku memancing
clitorisnya untuk segera keluar dari persembunyiiannya.

Paha Maya
dibuka lebar sekali sehingga memudahkan lidahku untuk menjilat,
mengulum, dan sesekali menghisap dalam-dalam clitorisnya. Aku perhatikan
Maya merem melek menikmati nakalnya lidahku dan sesekali aku
perhatikanl, wanita tersebut mengigit bibir bawahnya seakan menahan rasa
nikmat yang bergejolak di hatinya.

“OOhh.. Dandy, aku nggak tahan.. Ugh..” rintihnya.

Semakin
Maya merintih, mendesah dan mengerang, semakin membuat nafsuku
bergejolak. Sampai aku rasakan beberapa cairan yang terasa asin, dan aku
semakin bernafsu untuk menjilatinya.

“Danddy.. Danddyy.. Ooogghh..” Maya merintih panjang.

Dibarengi
dengan tubuhnya yang kejang-kejang, dan terasa pahanya menggapit
kepalaku dengan kencang. Jari nya yang lentik meremas rambutkuyang
sedikti gondrong.

Maya terpejam sejenak menikmati lelehnya cairan
yang meluber dari lubang vaginanya, lidahku tiada henti menerima luapan
cairan bening yang wangi tersbut. Seakan-akan aku tidak peduli dengan
orgasme yang didapat Maya pertama kalinya. Dan ketika aku rasakan cairan
tersebut sudah bersih, aku membimbing tubuh Maya yang masih lemas. Aku
mendekap tubuh Maya dari belakang, kami berdua menghadap cermin.

“Ohh..
Dandy..” Maya mendesah ketika lidahku mulai menyentuh bagian belakang
telinganya. Tangannya menggapai leherku, dan tanganku sepontan meraih
buah dadanya dari belakang. Dengan sentuhan yang sangat halus, pantatnya
yang sintal bergerak memutar di gesekan batang kemaluanku yang dari
tadi masih tegang. Jari telunjuk kananku bergerak menggesek clitoris
Maya yang sduah mulai basah kemabli.

“Danddyy..” Maya kembali mendesah.

Peralahan
aku mengangkat kaki kanan Maya dan aku sandarkan di wastafel kamar
mandi. Sehingga Maya hanya berdiri dengan satu kaki saja, batang
kemaluanku sudah mulai mencari lubang kewanitaan Maya dan sekali hentak.

“Bleesst..” kepala penisku mengoyak vagina Maya.

“Aowww.. Giillaa.. Besaar sekali Dan.. Punya kamu” Maya merintih.

Perlahan
aku beregark maju mundur di lubang vagina Maya, sampai akhirnya aku
merasakan cairan yang cukup di lubang vagina Maya. Sekali tekan “bless”
seluruh batang kemaluanku masuk dalam lubang senggama Maya dan bersama
dengan itu, tubuh Maya sedikit terangkat.

“Hekk.. Danndyy.. Nikmatt sekalii.. Oooh” Maya merintih kembali.

Gerakan
maju mundur pinggulku membuat tubuh Maya menggelinjang hebat dan
sesekali memutar pinggulnya sehingga menimbulkan kenikmatan yang luar
biasa di batang kemaluanku.

“Danddy.. Jangan berhenti sayang.. Oogghh” pinta Maya.

Nampak
jelas di cermin aku lihat wajahnya yang begitu menikmati tusukan batang
kemaluanku semakin menjadi. Aku merasakan sekali ujung penisku bergerak
masuk sampai di ujung kemaluan Maya.

Wanita tersebut menggoyang
kepalanya kekanan dan kekiri seirama dengan penisku yang menghujam dalam
pada lubang kewanitaannya. Kedua tanganku meremas kedua bukit kembar
Maya dan sesekali membantu pinggul Maya utnuk berputar-putar.

“Danddy..
Kamu.. Memang.. Jagoo.. Ooohh” tangan Maya bersandar di cermin
sedangkan kepalanya bergerak ke atas kebawah, kesmaping kiri kanan
seperti orang yang lagi triping.

Beberapa saat kemudian Maya
seperti orang kesurupan dan ingin memcau birahinya sekencang mungkin.
Aku berusaha mempermainkan birahinya, disaat Maya semakin liar. Tempo
yang semula tinggi dengan spontan aku kurangi sampai seperti gerakan
lambat, sehingga centi demi centi batang kemaluanku terasa sekali
mengoyak dinding vagina Maya. Cerita Sex Wanita Karir

“Danddy.. Terus.. Sayangg.. Jangan berhenti..” Maya meminta.

Permainanku
tersebut benar-benar memancing birahi Maya untuk mencapai kepuasan
birahinya. Sesaat kemudian, Maya benar-benar tidak bisa mengontrol
birahinya. Tubuhnya bergetar hebat.

“Danddyy.. Aakuu.. Kelluuarr.. Aaakkhkhh.. Goyang sayang” rintih Maya.

Gerakan penisku seperti goyangan anisa bahar yang patah-patah, membuat birahi Maya semakin tak terkendali.

“Dann.. Ddy.. Aaammppunn” rintih Maya panjang.

Bersamaan
dengan rintihan tersebut, aku menekan penisku dengan dalam hingga
mentok dilangit-langit vagina Maya. Aku merasakan semburan cairan
membasahi seluruh batang kemaluanku.

“Creek.. Crek.. Crek..”
suara penisku masih bergerak keluar masuk di lubang vagina Maya. Aku
semakin tidak peduli dengan Maya yang sudah mendapatkan kedua
orgasmenya, karena aku sendiri lagi berusaha untuk mencari kepuasan
birahiku. Perlahan, aku turunkan kaki kanan Maya yang pada posisi
pertama aku naikkan ke atas wastafel.

Posisi Maya, sekarang
sedikit menungging dengan posisi berdiri. Penisku yang masih tertancap
pada lubang vaginanya langsung aku hujamkan kembali ke lubang vagina
Maya.

“Ohh.. Dandyy.. kamu.. memang.. ahli..” kata Maya sambil merintih.

Kedua
telapak tanganku mencengkeram pinggul Maya dan menekan tubuhnya supaya
penisku bisa lebih menusuk ke dalam lubang vaginanya.

“May.. vagina kamu memang asyik banget” pujiku.

“Kamu suka minum jamu ya kok masih seret?” tanyaku.

Maya
hanya tersenyum dan kembali memejamkan matanya menikmati tusukan
penisku yang tiada hentinya. Batang kemaluanku terasa dipijat oleh
vagina Maya dan hal tersebut menimbulkan kenikmatan yang luar biasa.
Permainan sexku benar-benar bisa diterima Maya karena ternyata wanita
tersebut bisa mengimbangi permainan aku.

Sampai akhirnya aku tidak bisa menahan kenikmatan yang mulai tadi sudah mengoyak birahiku.

“May.. Aku mau.. Keluuar..” kataku mendesah.

“Aku juga sayang.. Oooh.. Nikmat terus.. Terus..” Maya merintih.

“Dandyy.. Keluarin didalam.. Aku ingin rasain semprotan kamu..” pinta Maya.

“Iya May.. Ooogh.. Akakhh..” rintihku.

Gerakan
maju mundur dibelakang tubuh Maya semakin kencang, semakin cepat dan
semakin liar. Kami berdua berusaha mencapai puncak bersama-sama.

“Danddy.. Aku.. Aku.. Nggaak kkuaat.. Aaakhh” rintih Maya.

“Aku juga May.. Oohh.. Maayy” aku merintih.

“crut.. Crut.. Crut..” spermaku muncrat membanjiri vagina Maya.

Karena
begitu banyaknya spermaku yang keluar, beberapa tetes sampai keluar
dicelah vagina Maya. Setelah beberapa saat kemudian maya membalikkan
tubuhnya dan berhadapan dengan tubuhku. Bacaan sex top: Cerita Dewasa Berpetualang Sex Dengan Ibu Dosen

“Dandy ternyata Via memang benar, kamu jago banget dalam urusan sex. Kamu memang luar biasa” kata Maya merintih.

“Biasa aja kok Mbak, aku hanya melakukan sepenuh hatiku saja” kataku merendah.

“Kamu
luar biasa..” Maya tidak meneruskan kata-katanya karena bibirnya yang
mungil kembali menyerang bibirku yang masih termangu.

Tanpa
terasa kami berdua sudah naik di dalam bathup, kami mandi bersama.
Guyuran air di pancuran shower membuat tubuh Maya yang molek seperti
bersinar diterpa cahaya lampu yang dipancarkan ke seluruh ruangan
tersebut. Dengan halus, aku menuangkan sabun cair dari perlengkapan bag
shop punya Maya. Aku mnggosok-gosokkan sabun ke seluruh tubuh Maya,
sesekali jariku yang nakal memilin punting Maya.

“Ughh.. Danddy..” Maya merintih dan bergetar saat aku permainkan puntingnya yang memerah.

Untuk
yang kesekian kalinya, kami berdua berburu kenikmatan. Dan entah sudah
berapa kali Maya seorang wanita yang sedang butuh kehangatan mendapatkan
orgasme. Kami memburu kenikmatan berkali-kali, kami berdua memburu
birahinya yang tidak pernah kenyang.

Sampai akhirnya waktu sudah
menunjukkan pukul 23.30 wib, dimana aku harus segera balik kerumah
karena celullerku berapa kali tadi berbunyi.

Aku meninggalkan Hotel E.. Sambil menikmati sisa-sisa kenimatan yang sudah di tinggalkan oleh permainan tadi. – Situs dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, novel sex
dewasa, novel xxx terbaru, novel cerita hot, novel cerita bokep, novel
cerita porno, novel mesum, novel abg ml, novel tante selingkuh, novel
janda hypersex, novel sex terpanas, novel perawan suka bugil.

Cerita
Sex / Cerita Dewasa / Cerita Mesum / Cerita Panas / Cerita Porno /
Cerita Bokep / Cerita Sex Tante / Cerita Sex ABG / Cerita Sex Janda /
Cerita Sex Perawan / Cerita HOT / Kisah Sex / Sex Bergambar / Foto Seks

cerita xxx igo
Gravatar Image
NovelSeks.org Merupakan media hiburan bagi orang dewasa berumur 20 tahun keatas, bagi yang belum mencapai batas umur saya mohon kesadarannya untuk segera meninggalkan blog ini. Bagi yang cukup umur silahkan menikmati sajian cerita cerita panas igo nakal terbaru 2017 yang telah kami sudur dari berbagai sumber blog lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *