Cerita Dewasa Terbaru 4 Wanita Lawan 1 Pria

Posted on
Cerita Dewasa Terbaru 4 Wanita Lawan 1 Pria – Cerita ngentot terhot, Sebelumnya kisah sex yang pernah saya publish ialah Cerita Dewasa Terbaru Kebrutalan Teman AdikkuCerita
sex terbaru, novel sex terlengkap, cerita dewasa terupdate, cerita
mesum terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terselubung,
cerita xxx terhot, cerita ml abg perawan, cerita porno janda binal
| Kisah ini merupakan pengalaman pribadiku sendiri. Namaku Andrie, umur 23
tahun waktu itu.Aku baru saja berkenalan dengan seorang gadis yang
berumur 23 tahun juga. Aku bekerja di perusahaan swasta di Jakarta,
sedang dia bekerja di sebuah Rumah Sakit swasta. Namanya Yuni.

Cerita Sex 2016 Terbaru 4 Wanita Lawan 1 Pria

CERITA DEWASA, CERITA DEWASA SERU, CERITA DEWASA 2016, CERITA DEWASA TERBARU, CERITA DEWASA TERLENGKAP, CERITA DEWASA TERKINI, CERITA DEWASA TERUPDATE, CERITA DEWASA ABG, CERITA DEWASA TANTE, CERITA DEWASA JANDA, CERITA DEWASA PERAWAN, CERITA DEWASA SEDARAH, CERITA DEWASA GAY, CERITA DEWASA LESBI, CERITA DEWASA MASTURBASI, CERITA DEWASA ONANI, CERITA DEWASA HASRAT SEX, CERITA DEWASA ORISEX, CERITA DEWASA HAUS SEX, CERITA DEWASA BUTUH SEX, CERITA DEWASA AKTIF SEX, CERITA DEWASA ESEX ESEX, CERITA DEWASA IGO, CERITA DEWASA IGO MONTOK, CERITA DEWASA IGO SEMOK, CERITA DEWASA IGO 2016, CERITA DEWASA IGO TERBARU, CERITA DEWASA IGO TERLENGKAP, CERITA DEWASA IGO BUGIL, CERITA DEWASA IGO TELANJANG, CERITA DEWASA IGO NGENTOT, CERITA DEWASA IGO NGEWE, CERITA DEWASA BERGAMBAR SEX, CERITA DEWASA TERSELUBUNG.
Ilustrasi Foto ABG Bondage 2016

Aku
baru berkenalan dengannya sekitar 2 bulan. Waktu awal kenalan, aku
tidak pernah mampir kerumahnya. Kami hanya bertemu diluar saja dan
ngobrol-ngobrol saja. Tapi lantaran perasaan kami yang semakin akrab,
maka suatu kali aku mampir juga kerumahnya, sekaligus berkenalan dengan
keluarganya. Yuni punya seorang ibu tiri yang umurnya sekitar 38 tahun
dan dua orang kakak perempuan, yang tertua namanya Linda, umurnya 28
tahun dan yang nomor dua namanya Shinta umurnya 26 tahun. Walaupun
ibunya ibu tiri, tapi sangat baik. Mereka tinggal 3 orang satu rumah.
Sedang kakaknya yang pertama sudah menikah, belum punya anak dan tinggal
ditempat lain. Hubungan mereka sekeluarga sangat akrab. Keluarganya
ramah terhadapku.

Waktu kedatanganku yang pertama aku cuma duduk
bdiruang tamu.Kedatanganku yang selanjutnya aku sudah biasa aja
dirumahnya. Aku sudah bisa masuk keruangan yang lainnya. Suatu kali aku
masuk kekamar Yuni, didalam kami ngobrol-ngobrol aja. Jarak antara kami
makin dekat. Kupegang tangannya, kemudian perlahan-lahan kudekatkan
wajahku kepadanya.Kami saling berciuman.Kulumat bibirnya yang berwarna
kemerah-merahan dan Yuni membalas ciumanku. Cukup lama kami berciuman
dan aku tidak berani menyentuh bagian yang lain. Sehabis itu kami main
Play Stasion.

Minggu berikutnya aku main lagi ke rumah Yuni.
Waktu itu kakaknya yang no.2 yaitu Shinta ada dirumah.Dia tidak masuk
kerja.Setelah basa basi dengan kakaknya aku masuk kekamar Yuni.Didalam
seperti biasa setelah kami ngobrol-ngobrol sedikit aku mendekati Yuni.
Kami kembali berciuman, aku meremas tangannya, kemudian ciumanku
menyusuri lehernya yang putih bersih.Nafas Yuni terdengar agak
terengah-engah.Aku meneruskan ciumanku dengan meremas dadanya yang
indah.kemudian satu persatu kancing bajunya kutanggalkan, sampai dia
hanya pakai BH saja. BH nya yang berukuran 36B itupun kutanggalkan.

Payudaranya
yang sekal dan indah itu pun habis kuciumi.Sementara tanganku
meremas-remas dengan lembut payudaranya itu.Kemudian puting payudaranya
yang berwarna agak kecoklatan kuhisap dan kujilati.Yuni makin menderu
nafasnya.Aku terus asyik menghisap payudaranya yang sekal itu.Tapi
secara tiba-tiba aku melirik ke pintu yang sedikit terbuka, disitu
kulihat shinta berdiri termangu.Aku segera menghentikan gerakanku.

Shinta
kemudian masuk kekamar Yuni.Tapi Yuni cuek saja melihat kakaknya masuk
kedalam kamarnya.Dia tidak berusaha menutupi tubuhnya.Malah membiarkan
saja tubuhnya dalam keadaan terbuka.Aku tentu saja merasa grogi.Aku
takut Shinta marah kemudian melarangku main kerumahnya lagi.Tapi Shinta
tidak marah malah tersenyum melihat aku yang salah tingkah.Kemudian
Shinta bicara:
“Kamu mau kubuatkan teh Andrie?”
“Ya mbak, boleh ..eh..terima kasih..”jawabku agak gugup.
Dalam hati aku merasa senang karena Shinta tidak marah padaku.Kemudian
aku keluar dari kamar dan Yuni memakai bajunya tanpa mengenakan BH
lagi.Masih kelihatan payudaranya yang montok itu dibungkus baju kaos
yang tipis.Aku diruang tamu ngobrol-ngobrol saja bersama Yuni dan
kakaknya.Shinta sama sekali tidak menyinggung kejadian tadi, dan bicara
hal-hal lain.

Minggu berikutnya aku kembali datang kerumah
Yuni.Setelah ngobrol-ngobrol dengan kakaknya Shinta, aku kembali masuk
kekamar Yuni.Didalam kami kembali berciuman.Aku mencium bibir Yuni yang
harum.Yuni membalas ciumanku.Berbeda waktu kemarinnya, kali ini Yuni
agak agresif.Dia mencium bibirku dengan ganasnya. Aku juga semakin
berani membuka pakaian Yuni, sehingga dia hanya memakai celana dalam
saja.Aku segera menyapu lehernya yang jenjang dan putih bersih.Yuni
terlihat menggelinjang membuat aku semakin bersemangat.Nafasnya mulai
terengah-engah.Ciumanku terus kearah dadanya yang montok.Aku menghisap
puting payudaranya.Sungguh sangat enak rasanya.Aku menghisap puting
payudaranya bergantian.Yuni makin terengah-engah.

Lalu aku
membuka celana dalamnya, sehingga sekarang dia tidak memakai pakaian
sehelai benangpun. Aku menjilati pahanya yang putih mulus.Jilatanku
terus naik kearah vagina Yuni yang memancarkan hawa harum dan wangi.Aku
menjilat klitorisnya yang sebelumnya aku menyibakkan bulunya yang belum
begitu lebat.Lama aku menghisap klitorisnya.Sampai aku merasakan cairan
yang khas, mungkin dia sudah semakin teransang.

Yuni lalu
mendorongku, sehingga aku berada dalam posisi telentang. Dia langsung
mengarahkan bibirnya yang mungil ke penisku.Wahh..enak sekali .. Yuni
mengulum dan menghisap penisku .Aku semakin terengah-engah.Yuni pun
semakin semangat mendengar desahan nafasku. Lalu aku mendorong Yuni
dengan lembut agar dia segera telentang.Yuni pun mengerti dengan
keinginanku. Penisku kuarahkan kearah vagina Yuni dan memasukkannya
dengan perlahan-lahan.Yuni menjerit tertahan begitu penisku masuk semua
kedalam vaginanya.Aku mengangkat pantatku perlahan-lahan, dan
memasukkannya.Begitu seterusnya aku lakukan, memaju-mundurkan
pantatku.Yunipun kelihatan sangat menikmatinya.

Lalu aku
mengangkat kaki kiri Yuni dan tetap aku menggoyang pantatnya yang
montok.Sampai akhirnya dia menjerit dengan suara yang agak keras.Dan
akupun merasakan cairan hangat yang membasahi penisku didalam
vaginanya.Rupanya Yuni sudah keluar.Sementara aku nampaknya masih lama
untuk mencapai puncak orgasmeku. Tiba-tiba aku dikejutkan suara yang
sudah aku kenal.
“Wah..kamu kuat juga ya Andrie..”
Rupanya itu
suaranya Shinta kakak Yuni.Rupanya dia sudah dari tadi berdiri
dibelakangku memperhatikan apa yang kuperbuat bersama dengan adiknya.Aku
sangat kaget sekali, dan mencabut penisku yang masih tegang dari vagina
Yuni.Kupikir tadi Yuni sudah mengunci pintu kamar.

Shinta
segera menghampiri kami berdua.Kulihat Yuni cuek saja dan masih
menikmati puncak orgasmenya. Shinta duduk disamping kami dan
memperhatikan punyaku yang masih tegang.Sementara aku sendiri masih jauh
dari puncak orgasmeku.Melihat situasinya seperti itu aku jadi
memberanikan diriku meraih tangan Shinta.Kutarik lembut tangannya dan
aku segera melumat bibirnya yang lembut.Sementara tanganku langsung
meremas-remas payudaranya.Sekilas aku melirik Yuni dan kulihat dia
tersenyum melihat yang kuperbuat dengan kakaknya.Dia bilang,
“Nah..sekarang giliran saya yang nonton kakak ya..?”
Shinta hanya menjawab dengan tersenyum saja.Nampaknya Yuni ingin aku berbuat yang sama dengan kakaknya.

Tanganku
terus saja meremas-remas payudaranya dari luar.Aku segera melepaskan
semua pakaian yang menempel ditubuhnya, sampai dia tidak mengenakan
pakaian selembar benangpun alias bugil, seperti Yuni. Aku terus melumat
bibirnya. Shinta pun tidak kalah membalas ciumanku.Ciumanku terus turun
kelehernya yang putih bersih.Shinta mengelinjang membuat aku semakin
bersemangat saja.Aku terus menciumi payudaranya yang montok, mungkin
ukurannya ada sekitar 36, aku tidak tahu persis tapi sama dengan
ukurannya si Yuni.

Aku menghisap puting payudaranya dengan
lahap.Aku kembali melirik Yuni dan melihat dia tersenyum manis
padaku.Aku jadi semakin bersemangat saja.Sementara Shinta terus saja
menggelinjang keenakan.Aku terus saja menghisap puting payudara
Shinta.Sementara tangan kiriku meraba-raba selangkangan Shinta.Aku
merasakan bulu-bulu vaginanya yang lembut.Ciumanku terus kuturunkan
kedaerah vaginanya.Aku menjilati klitoris Shinta dan Shinta terus saja
menggelinjang.Aku merasakan cairan yang khas dari vaginanya, tapi aku
yakin dia belum orgasme.

Aku lalu mendekatkan penisku kedalam
mulut Shinta dan diapun melumat penisku dan menghisapnya.Sungguh sangat
enak sekali.Lama Shinta menghisap penisku yang sudah sangat tegang
sekali.Aku hampir tidak tahan lagi. Aku menyuruh Shinta supaya
menungging.Aku lalu mengatur posisiku di belakang Shinta.Perlahan-lahan
aku memasukkan penisku kedalam vaginanya.Tapi sebelum aku memasukkan
penisku, Yuni bergerak mendekatiku dan tangannya menggenggam penisku.
“Biar kumasukin Ndrie..,”katanya.
Tapi sebelum itu dia masih sempat-sempatnya menghisap penisku.Setelah
itu dia mengarahkan penisku ke kemaluan kakaknya.Dia tersenyum
padaku.Shinta juga tersenyum padaku.Aku semakin tidak tahan dan segera
memasukkan penisku ke vagina Shinta.shinta menjerit tertahan,
“Ahh..Andrie..punyamu enak sekhali..shayang..”
Aku semakin bersemangat menggoyangkan pantatku.Sementara Yuni duduk disampingku.Aku segera meraih tangan Yuni dan aku bilang,
“Yun, sini payudaramu aku hisap..”
Yuni segera menyodorkan payudaranya kemulutku.Jadi sementara aku
menggoyang Shinta, mulutku menghisap payudaranya Yuni.Shinta semakin
histeris menjerit-jerit keenakan kugoyang vaginanya dari belakang.Aku
lalu menyuruh Yuni berdiri dan mengarahkan selangkangannya ke
mulutku.Aku kembali menjilati klitoris Yuni.Yuni terdengar
menjerit-jerit keenakan seperti kakaknya.

Tak lama tubuh Shinta
menegang.Agaknya dia sudah mau keluar.Benar saja tak lama aku merasakan
cairan hangat membasahi penisku yang masih menancap di vaginanya.Yuni
juga masih menjerit-jerit.Aku lalu berdiri dan mengarahkan penisku yang
masih tegang ke kemaluan Yuni yang berada dalam posisi berdiri dari
depan.Aku mengangkat kaki Yuni dan meletakkan kakinya di pinggir tempat
tidur.Aku memasukkan penisku kedalam vagina Yuni dari depan dan
kugoyang-goyang, maju mundur.

Yuni kembali mendesah-desah,
“..Ahh..Andrie..kamu pintar juga juga pake gaya berdiri seperti dalam film ..ahh..akh..”mulutnya terus saja menceracau.
Aku terus saja menggoyangnya, sementara mulutku tidak berhenti menciumi
payudaranya yang montok kiri kanan bergantian dan juga menghisapnya
bergantian.Yuni semakin melayang-layang kenikmatan saja.Tak lama aku
juga sudah ingin keluar.Tapi sebelum aku keluar, Yuni sudah keluar
duluan dan badannya mendadak jadi lemas.Aku segera mencengkram pantatnya
dan memeluk tubuhnya.”Akh..”akhirnya kau keluar juga dengan perasaan
yang melayang-layang. Spermaku membasahi vagina Yuni.Aku tidak kuat lagi
menahan tubuh Yuni dan membiarkan dia terduduk dan akhirnya penisku pun
tercabut dari vaginanya.

Shinta yang dari tadi memperhatikan,
kembali mendekatkan kepalanya ke penisku dan menjilati sisa sperma yang
masih menempel disana.Yuni pun tidak ketinggalan, juga menghisap penisku
dan menjilati sisa sperma yang masih menempel disana.Kedua kakak
beradik tadi masih dengan lahap menghisap penisku bergantian.

Akhirnya
kami bertiga terbaring lemas.Aku berada ditengah-tengah mereka.Tanganku
masih saja bergantian meremas-remas payudara Yuni dan Shinta
bergantian.Mereka juga masih menikmati remasan tanganku di
payudaranya.Kami sama-sama menarik nafas panjang.Lama kami terdiam.

Tiba-tiba kami dikejutkan teriakan suara panggilan.
“Shinta, Yuni kalian dimana? Ini Mbak Linda datang nih..kok nggak ada yang menyahutin?”
Rupanya kakaknya yang tertua datang.Shinta lalu berdiri dan berkata pada Yuni,
“Yun, biar Mbak saja yang menemuin Mbak Linda, kayaknya dia sendirian saja kesini.Suaminya kayaknya nggak ikut tuh..”

Lalu tanpa pakaian sehelai benangpun Shinta berdiri dan jalan keluar kamar.Aku kaget dan bertanya pada Yuni,
“Yun, kalau ketahuan Mbak Linda bagaimana nih..?”kataku agak cemas.
Tapi Yuni hanya tersenyum saja dan mengecup bibirku sebagai jawabannya.
Sementara diluar kamar, mbak Linda sangat terkejut melihat adiknya
Shinta menyambutnya tanpa busana sehelai benangpun.
“Shinta..kamu ngapain..?Kok nggak pake pakaian..?”tanya Mbak Linda.
Tapi Shinta cuma tersenyum saja dan berkata,
“Nggak apa-apa kok mbak..Mbak nggak usah banyak tanya deh..” sambil tangannya menggandeng tangan kakaknya kekamar Yuni.

Sesampai dikamar Yuni, mbak Linda kelihatan terkejut melihatku dan Yuni juga tanpa pakaian.Shinta segera menjelaskan,
“Mbak, itu Andrie pacarnya Yuni..Mbak udah kenal kan?”kata Shinta.
Sementara aku masih agak cemas, takut kalau-kalau Mbak Linda marah
besar.Tapi rupanya Yuni mengerti perasaanku.Dia berkata pada Linda,
“Mbak ayo duduk disini, ngapain berdiri disitu.Apa Mbak nggak pingin
merasakan punya Andrie yang perkasa ini..?Bukankah Mbak dulu bilang
kalau nggak pernah puas kalau main sama suami mbak..?”

Mulanya
Mbak Linda ragu-ragu.Tapi Shinta segera menarik tangan kakaknya dan
mengajaknya duduk didekatku yang juga sama-sama bugil dengan
adik-adiknya.Akhirnya Mbak Linda duduk juga didekatku.Shinta berkata,
“Ayo Andrie..kita teruskan, nih kakaknya Yuni yang paling tua udah
datang.Dia nggak pernah puas kalau main.Mungkin kamu ketemu lawan
tangguh..,”kata Shinta bercanda.
Mbak Linda dan Yuni kulihat hanya tersenyum saja.
“Sekarang aku dan Mbak Shinta cuma nonton aja, kamu main sama Mbak Linda..habis kami capek sih..”kata Yuni dengan manjanya.

Akupun nggak jadi takut dan ikut tersenyum.Aku jadi berani dengan
situasi seperti ini.Aku merasa seperti diberi lampu hijau. Aku langsung
saja mengarahkan tanganku ke payudara Linda dan meremas-remas
payudaranya dari luar pakaiannya.Linda hanya tersenyum saja aku
perlakukan begitu.Aku segera melumat bibirnya dan Linda membalasnya juga
dengan ganasnya. Nampaknya dia benar-benar membutuhkan seks.Aku semakin
senang.

Aku segera melucuti pakaian yang dikenakan Linda,
sampai dia tidak memakai pakaian sehelai benangpun seperti adik-adiknya.
Aku merasa kaget juga, karena payudaranya Mbak Linda lebih besar
dibandingkan payudara adik-adiknya. Terus terang aku sangat senang
dengan ukuran payudaranya yang besar itu.Aku segera menciumi payudaranya
bertubi-tubi dan bergantian, maklum nafsu seksku mulai bangkit
lagi.Linda sudah mulai terengah-engah menghadapi seranganku.Aku kembali
melumat bibir Mbak Linda yang indah.Mbak Linda juga kembali membalas
ciumanku dengan bernafsu.

Sementara itu aku juga melirik Shinta
dan Yuni dan mereka cuma tersenyum menatapku sambil mengelus-elus
vaginanya masing-masing. Ciuamanku kembali kuarahkan keleher Linda yang
putih bersih.Dan terus kuturunkan ke payudaranya yang montok.
payudaranya kuciumi bergantian dan puting payudaranya kuhisap dengan
lahap.Lama aku menghisap payudaranya.Linda berkata,
“akh..Andrie..terus hisap..sayhang..enakh..sekali.terus sayang..kamu
sekarang jadi bayi..ya..terus hisap payudara Mbak..sayang..?”katanya
menceracau.
Aku nggak peduli dengan rintihan dan erangan Mbak
Linda.Malah aku semakin bersemangat saja.Ciumanku kuturunkan keperutnya
yang putih dan ramping dan terus turun kepahanya yang mulus.Pahanya
kujilatin sampai basah semua.Jilatanku kunaikkan ke sela-sela pahanya
yaitu ke vaginanya.
“Akh..apa ini Andrie..ohh..terus Andrie..”kata Mbak Linda.
Kayaknya dia juga tidak peduli lagi dengan sekitarnya.

Aku
menjilati vaginanya.Aku mencari klitorisnya dan menghisapnya.Mbak Linda
menjerit tertahan dan menekan belakang kepalaku, sehingga aku semakin
mencium bau wangi dari vaginanya.Aku terus menjilati klitorisnya itu,
sampai akhirnya aku merasakan cairan yang keluar dari vagina Mbak
Linda.Tapi Mbak Linda sendiri belum keluar.Sementara punyaku sendiri
sudah semakin tegang.Aku segera merubah posisiku dan menyodorkan penisku
kemulut Mbak Linda.Mbak Linda membuka mulutnya dan melahap penisku dan
menghisap penisku dengan sangat bernafsu.Aku menyadari nafsu seks Mbak
Linda sangat tinggi.Tapi aku yakin bisa memuaskannya.

Akhirnya
kusuruh Mbak Linda telentang.Diapun menurut untuk telentang dan membuka
kakinya lebar-lebar.Akupun segera mengatur posisiku untuk mengarahkan
penisku kedalam lubang kemaluannya.Tapi sebelum aku memasukkannya, Yuni
dan shinta mendekat dan berkata,
“Andrie..sebentar dulu..”kata Shinta.
Tanpa menunggu jawabanku dia langsung memegang penisku dan memasukkan
kedalam mulutnya lalu menghisapnya. Setelah itu giliran Yuni yang
menghisap penisku.Aku melihat Mbak Linda sudah nggak sabaran untuk
merasakan penisku.Akhirnya setelah Yuni menghisap penisku, dia
membimbing penisku dan mengarah kan ke lubang vagina kakaknya.Setelah
posisinya pas, aku segera menekan pantatku perlahan-lahan.

Terdengar
desahan dan jerita kecil keluar dari mulut Mbak Linda.Rupanya lubang
vagina Mbak Linda masih sempit seperti punya adik-adiknya.Aku sangat
senang sekali.Aku segera menaik-turunkan pantatku ke vagina Mbak
Linda.Jeritan dan desahan nafas Mbak Linda makin keras.Aku tidak peduli
dan terus saja menggenjot dan menaik turunkan pantatku.Sama seperti
vagina adik-adiknya, vagina Mbak Linda seperti meremas-remas penisku.

Aku
sudah hampir keluar, tapi aku berusaha bertahan selama mungkin.Dan
kuperhatikan Mbak Linda hampir mencapai puncak orgasmenya.
“..akh..akh..akh..terus andrie..akh..aku sudah mau keluar nih..akh..,”katanya terus menceracau.
” Aahh aku juga mau keluar mbak..”kataku sambil meremas dan menghisap payudaranya.
Akhirnya aku merasakan cairan hangat membasahi penisku.
“Ahh..Andriee..mbak sudah keluar..”kata Mbak Linda.Rupanya dia sudah
keluar.Bersamaan dengan itu akupun merasa sudah nggak kuat lagi.
“Mbak..akhu..jugha..mau keluar..h..”kataku dengan suara agak parau.
Akhirnya spermaku tumpah membasahi vaginanya.Aku tertelungkup lemas
diatas tubuh Mbak LInda.Kulihat Shinta dan Yuni tersenyum menatapku.Aku
lalu mencabut penisku dari lubang vagina Mbak Linda dan tidur
menelentang.

Shinta dan Yuni segera mendekatkan melutnya dan
kembali menghisap penisku bergantian.Begitu juga dengan Mbak Linda
bangun untuk menghisap penisku bergantian.Akhirnya kami kembali
rebahan.Mbak Linda disebelah kananku, Shinta disebelah kiriku, sementara
Yuni dengan manjanya telungkup diatas tubuhku.Kami sama-sama menarik
nafas panjang.Sementara tanganku kembali bergerilya seperti tadi meraba
seluruh tubuh kakak-adik itu dan meremas-remas payudara mereka
bergantian.Kadang-kadang mereka juga bangun sebentar hanya untuk
menghisap penisku.Kami sama-sama terbaring lemas.

Tak lama Shinta membuka pembicaraan,
“Wah..Andrie..kamu memang kuat bisa mengalahkan Mbak Linda.penismu juga besar dan kuat lho Andrie.”
Aku hanya tersenyum saja dan meremas payudara Shinta dengan lembut dan memainkan puting payudaranya dengan ujung jariku.
“Baru kali ini aku merasa puas kalo main gini Ndrie..”kata Mbak Linda.
Aku hanya tersenyum saja mendengar pujian mereka dan tanganku semakin
nakal dengan memasukkan jariku kelubang vagina Mbak Linda.
“Awww..Andrie..tanganmu nakal..aku lagi capek nih..”kata Mbak Linda manja.
Aku lalu berkata,”Wah..Yuni, Shinta, mbak Linda, kayaknya kita harus berpakaian nih sebelum ibumu datang.”
Yuni segera menjawab,
“Nggak apa-apa kok Andrie.Kalau ibu datang dan melihat kita begini
nggak bakalan marah kok..ya kan mbak?”kata Yuni sambil bertanya pada
kakaknya.
Kedua kakaknya tersenyum saja dan Shinta berkata,
“Kalau kamu mau, kamu juga boleh main sama ibu Andrie..”
“Iya..ibu pasti senang sekali ya kan Mbak Linda?”tanya Yuni sama Mbak Linda.
Mbak Linda menganggukkan kepalanya.Sekarang aku sudah mulai
tenang.Sekarang tenagaku sudah mulai pulih.Lama kami terdiam, tapi
tanganku tetap tidak bisa diam dan selalu menggerayangi tubuh
ketiganya.Tapi mungkin karena kecapean, mereka bertiga cuma diam saja
ketika tanganku menggerayangi tubuhnya, walaupun jari tengahku
mengorek-ngorek vaginanya.

Tiba-tiba terdengar suara dari luar,
“Shinta, Yuni..kalian dimana?”
Rupanya ibunya sudah datang.
“Kami disini Bu..”sahut Yuni.
Lalu Yuni berkata padaku,
“Ayo Andrie..kamu boleh coba ibuku..katanya tersenyum.
Aku cuma mengangguk saja dan sekarang tenagaku sudah benar-benar pulih lagi.

Tak lama kemudian ibunya Yuni sampai di kamar dan terkejut,
“hai..kalian lagi ngapain?”katanya sambil menutup mulutnya.
Ibunya Yuni masih melotot tidak percaya menatapku.Setelah dekat
tanganku langsung memeluk ibu Yuni dan langsung meremas-remas
payudaranya.Sementara itu dia masih setengah tidak percaya, tapi dia
membiarkan tanganku meremas-remas payudaranya.Sambil berdiri aku
menciumi bibirnya dan sekarang dia mulai membalas ciumanku.Aku tidak
menduga ciuman ibunya ganas juga.Sementara tanganku masih terus
meremas-remas payudaranya.Aku segera melucuti pakaiannya satu demi
satu.Kulihat dia sekarang sudah bisa tersenyum dan berkata,
“Linda, Shinta, Yuni..kalian bear-benar nakalya..?tapi kalian baik juga mau mengajak ibu main sama Andrie.”

Linda, Shinta dan Yuni hanya tersenyum saja dan berkata,
“ya Bu..jangan malu-malu ya..ya..penis Andrie enak lho Bu..”
Setelah pakaian luarnya kulucuti, hingga hanya tinggal BH dan CD
aja.Tanganku masih saja meremas-remas payudaranya.Nafas ibu Yuni mulai
naik turun.Dia membiarkan saja apapun yang kulakukan pada tubuhnya dan
menikmatinya.Aku mulai melepaskan BH nya dan aku kaget juga payudara dia
masih kencang, putih dan montok dan besarnya hampir sama dengan
payudara Mbak Linda.Aku segera menyerbu payudaranya dengan
ciuman-ciumanku.Aku menghisap puting payudaranya sambil berdiri.

Dia
hanya merintih-rintih saja.Aku meremas-remas pantatnya yang montok,
sementara mulutku tidak berhenti menghisap puting payudaranya kiri
kanan.Setelah puas dibagian payudara, ciumanku kulanjutkan ke
bawah.Ciumanku kuarahkan ke pahanya yang putih mulus dan terus naik
keselangkangannya.Aku melepaskan CD nya sehingga dia tidak mengenakan
apa-apa lagi, bugil seperti aku dan anak-anak tirinya.

Aku lalu
menjilati vaginanya.Sambil berdiri, dia membuka kakinya agar mulutku
leluasa menjilati vaginanya.Sementara tangannya menekan belakang
kepalaku.Aku terus saja menghisap klitorisnya. Dia menjerit-jerit kecil
dan kakinya kulihat agak gemetaran. Setelah puas menjilati vaginanya,
aku lalu menekan tubuhnya supaya duduk jongkok menghadapku.Dia mengerti
dan langsung saja mulutnya melumat penisku.Aku merasa sangat
enak.Kayaknya Dia lebih berpengalaman dalam hal menjilat penis.Dia terus
saja menghisap penisku dengan penuh semangat.

Akhirnya aku
sudah tidak tahan lagi, aku lalu menyuruhnya membelakangiku.Aku lalu
mengatur posisi dan mengarahkan penisku ke lubang vaginanya dari
belakang dan menekannya pelan-pelan.Dia menjerit tertahan.Tapi aku tidak
peduli. sementara Linda, Shinta dan Yuni hanya menonton dengan
bersemangat dari samping.Aku menggoyang pantatku maju mundur sambil
berdiri.Tangan kirinya kutarik kebelakang dan tangan kananku
meremas-remas payudaranya yang sebelah kanan.Dia kembali menjerit-jerit
dengan desahan nafasnya yang memburu.
“Andrie..kamu..punyamu sangat enakh..akh..akh..”katanya menceracau.
Aku semakin bersemangat mendengar rintihannya.Lalu aku menarik tangan
kanannya sehingga kedua tangannya kutarik kebelakang.Sementara pantatku
tetap maju mundur menggoyang pantatnya.payudaranya yang besar terus saja
bergoyang-goyang ke bawah.

Aku lalu merubah posisi dan
menyuruhnya telentang.Dengan nafas memburu dia menurut saja dan
telentang dengan membuka kakinya lebar-lebar.Aku segera mengarahkan
penisku ke vaginanya. Penisku pun segera menusuk vaginanya dan pantatku
naik turun menghujam vaginanya.vaginanya tidak kalah rasanya
dibandingkan vagina anak-anaknya. Masih menggigit dan meremas-remas
penisku. Nafaskupun semakin cepat seperti nafasnya.

Sementara
penisku menusuk-nusuk vaginanya, aku selalu menghisap payudaranya
bergantian Sekitar hampir satu jam kami main, sampai akhirnya dia
berkata,
“Andrie..ahh..penismu sangat enakh..kuat..lubang vaginau
jadi penuh oleh penismu..ahh..ahh..terus sayang..aku sudah hampir
keluarhh..ahh..ahh..”
Dan tak berapa lama akupun segera merasakan
penisku jadi hangat karena cairan dari vaginanya sebagai tanda dia sudah
sampai puncak orgasmenya.Badannya yang tegang tadi mulai lemas.Aku
masih saja menggenjot vaginanya dan akhirnya akupun merasakan sesuatu
yang hendak keluar.penisku kubenamkan dalam-dalam kedalam vaginanya.Dan
spermaku pun keluar membasahi liang vaginanya.Aku tertelungkup lemas
dengan nafas tidak beraturan.

Dia juga begitu lemas dan nafasnya
juga tidak beraturan.Aku lalu mencabut penisku dari vaginanya dan
telentang sambil menarik nafas panjang.Aku memejamkan mataku.Walaupun
sudah keluar tapi penisku masih ngaceng.Mbak Linda, shinta dan Yuni
mendekat dan mereka bergantian menghisap penisku dan menelan sisa-sisa
spermaku.Aku merasakan nikmatnya hisapan mereka bergantian.

Mereka bertiga akhirnya merebahkan badannyadisampingku.Lama kami terdiam karena kelelahan.Akhirnya Yuni berkata,
“Gimana Bu..?Enakkan penisnya Andrie..?”
Ibunya berkata,”Wah..Andrie..kamu memang luar biasa.penismu besar, kuat..wah..enak sekali..”
Aku menjawab,”Kalian juga sangat enak sekali.vagina kalian terasa
meremas-remas penisku.Aku juga sangat suka dengan payudara kalian yang
montok-montok ini.”kataku sambil meremas-remas payudara mereka
bergantian.

Bacaan sex menarik: Cerita Dewasa Terhot Sebuah Pemerkosaan ABG

Akhirnya aku tidak diperbolehkan pulang dan harus
menginap malam itu.Kami kembali main bergantian.Aku kembali main sama
Mbak Linda, Shinta , Yuni dan ibunya.Sungguh aku merasa sangat
terpuaskan saat itu.Aku bisa menikmati tubuh mereka, tubuh kakak Yuni,
tubuhnya sendiri dan tubuh ibunya.Aduh sangat enak sekali.Apalagi kulit
tubuh mereka putih semua, maklum karena mereka adalah orang cina
turunan.Apalagi payudara mereka sangat montok dan vaginanya juga bisa
memijit-mijit penisku.

Setelah hari itu, tiap kali aku main ke
sana, kalau baru sampai di rumah Yuni, aku selalu meremas-remas payudara
mereka bergantian.Kadang-kadang aku langsung melucuti pakaian mereka
dan langsung menghisap payudara mereka bergantian.mereka pun sangat
senang dengan caraku waktu aku datang itu.Kadang-kadang kalau baru
datang, aku langsung membuka celanaku dan menyodorkan penisku kedalam
mulut Yuni, Shinta ibunya atau Mbak Linda.Mereka pun sangat senang
sekali.Sehingga tiap kali aku datang kesana pasti main dengan mereka
bergantian.

Kadang-kadang Yuni, Shinta, mbak Linda atau ibunya
juga memperkenalkan aku dengan teman-temannya dan akupun sering juga
main dengan teman-teman mereka.Aku bilang pada mereka, kalau mau
mengundang teman untuk main harus yang bersih.Rata-rata teman-teman
mereka itu adalah wanita yang tidak bisa dipuaskan oleh suaminya.Ada
salah satu temannya yang mau memberiku bayaran, tapi aku menolaknya
karena aku melakukannya dengan suka sama suka.Karena aku sangat suka
seks. – Situs dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, novel sex
dewasa, novel xxx terbaru, novel cerita hot, novel cerita bokep, novel
cerita porno, novel mesum, novel abg ml, novel tante selingkuh, novel
janda hypersex, novel sex terpanas, novel perawan suka bugil.

Cerita
Sex / Cerita Dewasa / Cerita Mesum / Cerita Panas / Cerita Porno /
Cerita Bokep / Cerita Sex Tante / Cerita Sex ABG / Cerita Sex Janda /
Cerita Sex Perawan / Cerita HOT / Kisah Sex / Sex Bergambar / Foto Seks

cerita xxx igo
Gravatar Image
NovelSeks.org Merupakan media hiburan bagi orang dewasa berumur 20 tahun keatas, bagi yang belum mencapai batas umur saya mohon kesadarannya untuk segera meninggalkan blog ini. Bagi yang cukup umur silahkan menikmati sajian cerita cerita panas igo nakal terbaru 2017 yang telah kami sudur dari berbagai sumber blog lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *