Cerita Dewasa Terhot Memperkosa Adik Kelas

Posted on
Nonton Video Porno HD Full Movies
Cerita Dewasa Terhot Memperkosa Adik Kelas – Cerita ngentot terhot, Sebelumnya kisah sex yang pernah saya publish ialah Cerita Dewasa Bercinta Sama Ibu Guru Sampai HamilCerita
sex terbaru, novel sex terlengkap, cerita dewasa terupdate, cerita
mesum terbaik, cerita ngentot terpopuler, cerita bokep terselubung,
cerita xxx terhot, cerita ml abg perawan, cerita porno janda binal
| Aku duduk di kelas 3 SMU saat ini. Namaku Nia, lengkapnya Lavenia,
aku sangat terkenal di sekolah, teman-teman kagum akan kecantikanku,
apalagi cowok-cowok, yang sering mengusilli aku dengan menggoda, aku sih
cuek saja, soalnya aku juga senang sih. Aku punya sebuah “geng” di
sekolah, Manda dan Lea adalah teman-teman dekatku. Kemanapun aku pergi
mereka seperti biasanya selalu ada.

cerita dewasa, cerita dewasa 2016, cerita dewasa terbaru, cerita dewasa igo, cerita dewasa igo terbaru, cerita dewasa igo bugil, cerita dewasa igo 2016
Ilustrasi Perkosa ABG IGO Bispak 2016

Tahun ajaran baru kali ini
sudah tiba, banyak adik-adik kelas baru yang baru masuk kelas 1. Sherry
Andhina, nama gadis itu, ia baru duduk di kelas 1, tetapi ia sudah
terkenal di sekolah ini. Bahkan ia bisa menyaingiku. Memang dia cantik,
lebih cantik dari aku, kulitnya putih bersih terawat, dengan wajah agak
kebule-bulean dan rambut sebahu, tubuhnya juga bagus, sintal, dan sexy.
Baru 2 bulan bersekolah, nama Sherry sering jadi bahan pembicaraan
cowok-cowok kelas 3 di kantin, ada yang naksir berat, bahkan
kadang-kadang mereka suka berbagi fantasi seks mereka tentang Shery.
Sherry tidak seperti aku, ia gadis pendiam yang nggak banyak tingkah.
Mungkin itu yang membuat kaum cowok tergila-gila padanya.

Semakin
hari Sherry semakin terkenal, keegoisanku muncul ketika kini aku bukan
lagi jadi bahan pembicaraan cowok-cowok. Kekesalanku pun memuncak kepada
Sherry, akhirnya aku, Manda dan Lea merencanakan sesuatu, sesuatu untuk
Sherry. Seperti aku, Sherry juga anggota cheerleaders sekolah, siang
itu aku menjalankan rencanaku, aku bohongi Sherry untuk tidak langsung
pulang sekolah nantinya, karena akan ada latihan cheers yang mendadak,
ia menolak, namun dengan segala upaya aku membujuknya sampai ia mau.

Sore itu, sekolah sudah sepi, tersisa aku, Manda, Lea, Sherry dan 4 orang penjaga sekolah. Aku pun mulai menjalankan rencana ku.

“Kak, sampai kapan Sherry mesti nunggu disini?”

“Udah tunggu aja, sebentar lagi!!”

Sherry mulai kelihatan cemas, ia mulai curiga terhadapku.

“Sudah beres Non” Tejo si penjaga sekolah melapor padaku.

“Oke” jawabku.

Rencana
ini sudah kusiapkan dengan matang, sampai aku membayar 4 penjaga
sekolah untuk mau bekerja sama denganku, bukan hal yang berat bagiku,
aku anak orang kaya.

“Ya udah, ikut gue sekarang!!” perintahku untuk Sherry.

Dengan
ragu-ragu, Sherry mengikuti aku, Lea dan Manda. Kubawa ia ke ruang
olahraga sekolah, tempat dimana kita biasa latihan cheerleaders.

Sherry
menangis karena bentakan dari aku, Manda dan Lea, ia terlihat
ketakutan, tetapi kami terus menekannya secara psikologis, sampai ia
menagis.

“Sherry salah apa Kak?” ia menangis terisak-isak.

“Lo baru masuk sekolah 2 bulan aja udah banyak lagak, lo mau nyaingin kita-kita yang senior? hormatin dong!!” bentakku

“Nggak kok Kak, Sherry nggak begitu”

“Nggak apaan? Nggak usah ngebantah deh, Lo mau nyaingin kita-kita kan?!” Lea menambahkan bentakanku.

Setelah
puas membentak-bentak Sherry, aku memberi tanda kepada Manda. Tak lama
kemudian 4 penjaga sekolah yang sudah kuajak bekerjasama itu masuk ke
ruang olahraga, mereka adalah Tejo, Andre, Lodi dan Seto. Dari tadi
mereka sudah kusuruh menuggu di luar. Sherry saat itu terkejut dan
sangat ketakutan.

“He.. he.. he.. ini dia Non Sherry yang ngetop itu” Seto berujar sambil tersenyum menyeringai.

“Cantik banget, sexy lagi..” tambah tejo.

Sherry gemetaran ia terlihat sangat takut.

“Sikat aja tuh!!” perintahku pada 4 pria itu.

“Oke, sip bos!! He.. he.. he..” Tejo menyeringai.

Manda
yang dari tadi diam mulai menyiapkan sebuah kamera handycam yang memang
bagian dari rencanaku. Seto mencengkram tangan kanan Sherry, sementara
Lodi mencengkram tangan kirinya. Tubuh Sherry mereka seret ke atas
sebuah meja sekolah. Sherry terlihat sangat ketakutan ia pun menangis
sambil menjerit-jerit minta tolong.

“Gue duluan ya” Tejo mendekati Sherry.

Aku hanya tersenyum melihat keadaan Sherry sekarang, aku puas melihat ia ketakutan.

“Mau apa Pak? Tolong saya, ampun Pak?” Sherry memohon ampun.

Tapi
Tejo sudah tidak perduli lagi dengan permohonan Sherry, ia sudah
dibakar oleh nafsu. Perlahan Tejo mendaratkan tangannya menyentuh
payudara Sherry, Sherry menjerit ketakutan. Tanpa menghiraukan teriakan
Sherry, Tejo meremas-remas payudara Sherry perlahan-lahan.

“Yang kenceng Jo!!” perintahku.

Tejo
mengeraskan cengkramannya di buah dada Sherry. Sherry berteriak, ia
nampak kesakitan, dan aku pun sangat menikmati ekspresi wajah Sherry
saat itu. Dipenuhi nafsu yang membara, Tejo membuka seragam SMU sherry
kancing demi kancing sampai payudara Sherry yang tertutup BH terlihat.

“Gila!! Seksi banget nih toket, putih banget!!” sahut Tejo sambil tertawa gembira.

Perlahan Tejo menyentuh kulit payudara Sherry, Sherry pun terlihat gemetaran.

“Tolong jangan Pak!!” sahut Sherry memelas.

Seluruh
orang di ruangan ini sudah tidak sabar lagi menyuruh Tejo menanggalkan
penutup payudara Sherry itu. Tejo pun akhirnya melepas BH yang menutupi
keindahan payudara Sherry itu. Aku tergelak menahan ludah, payudara
Sherry indah sekali, mulus, bersih dengan puting yang merah muda
merekah, seksi sekali pikirku.

“Abisin aja Pak!!” Lea meminta Tejo dengan wajah cemburu, ia sepertinya iri pada keindahan payudara Sherry.

“Ok
Sherry sayang, tenang aja ya? Nggak sakit kok, dijamin nikmat deh..”
Tejo berseloroh, ia terlihat bernafsu sekali seperti halnya Lodi dan
Seto yang masih memegangi tangan Sherry supaya ia tidak melawan,
sementara Andre berdiri dibelakangku sambil memperhatikan dengan
nafsunya.

“Jangan Pak!! ampun Kak!! tolong Sherry..” Sherry memohon dengan wajah pasrah, namun aku tidak perduli.

Sama
sepertiku, Tejo juga tidak perduli dengan permintaan Sherry. Tejo mulai
memainkan tangannya di payudara Sherry, ia mulai meremas perlahan-lahan
sambil sesekali mengelus dan menekan-nekan puting payudara Sherry
dengan jarinya. Lodi dan Seto tidak ketinggalan, mereka menikmati
mulusnya kulit lengan Sherry dengan mengelusnya dan terkadang mencium
dan menjilatinya, aku pun mulai merasa panas.

“Ah.. cukup Pak.. ampun Kak..” Sherry mulai mendesah.

Tejo
kian bernafsu, ia memutar-mutar jarinya di sekitar puting payudara
Sherry, akupun bisa membayangkan apa yang dirasakan Sherry ketika bagian
sensitifnya dirangsang, ia pasti merasa kenikmatan.

Melihat
suasana yang panas itu, Andre akhirnya turun tangan, pria hitam bertubuh
gendut itu maju mendekati Sherry. Andre dan Tejo saling berbagi
payudara Sherry, kiri dan kanan, dengan nafsu mereka mulai memainkan
lidah mereka menyapu kulit payudara Sherry dan menjalar dengan liar di
sekitar puting payudara Sherry, kadang mereka melakukan hisapan dan
gigitan kecil di puting payudara Sherry. Sherry mendesah sambil
ketakutan, terlihat ia baru pertama kali diperlakukan seperti itu. Manda
pun beraksi merekam seluruh kejadian yang menimpa payudara Sherry
dengan seksama melalui handy cam-nya.

Tejo menurunkan ciuman
dan jilatannya ke perut Sherry yang juga indah dan mulus, aku cukup
terkejut melihat pusar Sherry yang ditindik itu, terlihat seksi. Setelah
puas mencium dan menjilati daerah pusar Shery. Tejo berhenti dan
menyuruh Andre yang sedang menikmati puting payudara Sherry berhenti.
Tejo lalu mulai menyingkap rok sekolah Sherry, sambil mengelus paha
Sherry. Ia memainkan jarinya menelusuri halusnya paha Sherry yang mulus
dan putih itu. Tangan Tejo perlahan naik menyentuh selangkangan Sherry
yang ditutup celana dalam pink itu.

“Jangan Pak!! Ampun!!” Sherry memohon pada Tejo. Andre pun ikut mendekat ke Tejo.

“Wah, Celana dalam Non Sherry lucu sekali..” ejek Andre.

Tejo
yang sudah sangat nafsu perlahan membuka celana dalam Sherry. Tak
berapa lama kemudian, Celana dalam itu sudah terlepas dari tempatnya.

“Wow Non Sherry!! Vaginanya indah banget!!” Tejo tampak bersemangat.

Vagina
Sherry memang terlihat terawat, daerah selangkangannya putih, bersih,
dan Sherry sepertinya tidak suka dengan rambut-rambut yang tumbuh di
sekitar vaginanya, ia membiarkan vaginanya tertampang mulus tanpa rambut
kemaluan. Perlahan tangan Tejo dan Andre menjelajahi paha, dan sekitar
selangkangan Sherry. Sherry hanya bisa menggeliat kesana kemari
menghadapi rangsangan itu.

Tak lama kemudian tangan Tejo dan
Andre, tiba di bagian vital Sherry. Dengan nafsu membara, Andre membuka
bibir vagina Sherry, sementara Tejo memasukkan jarinya kedalam liang
vagina Sherry. Perlahan jari tangan Tejo menyolok-nyolok vagina Sherry,
dan makin lama gerakannya makin cepat. Tubuh Sherry nampak menegang,
sambil mendongakkan wajahnya, Sherry mendesah perlahan.

Tejo
dengan pandai memainkan kecepatan jarinya menyolok-nyolok vagina Sherry,
sementara aku dan teman-temanku memperhatikan kejadian itu. Setelah
hampir 2 menit jari Tejo menembus liang vagina Sherry, dari bibir vagina
Sherry kulihat cairan kewanitaan yang keluar, rupanya Sherry
terangsang.

“Wah Non, terangsang nih? Enak ya? Mau lebih cepat?”

“Jangan Pak, tolong!!” Sherry memohon.

Tejo tidak mempedulikan permohonan Sherry, Jarinya keluar masuk vagina Sherry dengan cepat.

“Ahh.. stop Pak!! Tolong..!” Sherry kelihatan sangat terangsang, namun ia berusaha melawan.

“Ahh..!” Sherry vaginiak pelan, sepertinya ia hampir mencapai orgasme sambil menahan kesakitan di lubang vaginanya.

“Payah
lo!! Baru segitu aja udah mau orgasme.. cuih.. ” aku meledek Sherry,
aku membayangkan jika aku dalam posisi Sherry, pasti aku akan lebih lama
lagi orgasme.

“Dasar perek amatir, baru gitu aja udah mau orgasme!!” Lea ikut mengejek.

Tejo
menghentikan jarinya yang menyolok-nyolok vagina Sherry, nampaknya ia
belum mau Sherry mencapai puncaknya. Namun aku sudah tak sabar, dendam
di dadaku terus membara ingin mempermalukan Sherry. Kutarik jari Tejo
keluar dari vagina Sherry, lalu kudorong tubuhnya menjauhi Sherry.

“Lho Non.. saya belum puas nih..” Tejo terlihat bingung.

“Sabar dulu!! Nanti lo dapat giliran lagi!!” bentakku pada Tejo.

Saat
kulihat Sherry dihadapanku, nafsu dan amarahku membara. Aku tak tahan
lagi, kujongkokkan tubuhku hingga wajahku tepat menghadap vagina Sherry.
Tertampang jelas keindahan vagina Sherry di mataku, bibir vaginanya
yang memerah karena gesekan jari Tejo dan cairan yang membasahi sekitar
selangkangannya membuat aku menahan ludah. Perlahan kudekatkan wajahku
ke vagina Sherry, dan kucium harum vagina Sherry, Ia terlihat sangat
merawat daerah vitalnya ini. Dengan penuh nafsu dan dendam, perlahan
kubasuh vaginanya dengan lidahku.

Semua yang ada disitu spontan terkejut, dan Sherry terlihat sangat kaget.

“Waduuh.. Non Nia ternyata juga mau ngerasain vagina Non Sherry ya?” Andre berseloroh meledek.

“Bilang dong Non dari tadi, kalo gini saya malah jadi tambah horni nih..” Tejo menimpali.

Aku tak perduli dengan ledekan Tejo dan Andre, yang kupikirkan hanya satu, aku ingin membuat Sherry malu di tanganku.

“Aaah..
Kak.. mau apa Kak? Jangan Kak..” Sherry mulai merasa terangsang lagi,
perlahan kurasa otot selangkangannya menegang. Kubasuh vagina Sherry
dengan jilatan lidahku, dan kujalari daerah selangkangannya dengan
ciuman dan jilatan erotis. Kutelusuri bibir vagina Sherry dengan
lidahku, sambil kubuka liang vaginanya dengan jariku supaya lidahku
dengan leluasa menjalar di daerah sensitifnya.

Tak berapa lama
kutemukan klitoris Sherry, perlahan kujilat dan kuberi dia
hisapan-hisapan kecil dari mulutku. Semua laki-laki yang ada diruangan
ini kurasa sangat beruntung menyaksikan dua bunga sekolah ini terlibat
aktivitas seksual.

“Ahh.. ah.. ah..” Sherry tak sanggup
berkata-kata lagi, ia hanya bisa berteriak kecil merasakan rangsangan di
klitorisnya. Perlahan tubuh Sherry menggelinjang kesana kemari,
keringatnya makin deras membasahi tubuh dan seragam sekolahnya. Sampai
akhirnya kurasakan vagina Sherry memuncratkan cairan-cairan kewanitaan
yang menggairahkan membasahi mulutku, tanpa kusadari akupun terangsang
dan menghirup cairan kewanitaan Sherry dalam-dalam.

Hampir 5
menit kunikmati vagina Sherry, daerah selangkangannya sudah sangat
basah, sama seperti tubuhnya yang dibanjiri keringat. Sherry hanya bisa
mendesah pasrah sambil menikmati rangsanganku. Tak berapa lama, kurasa
otot vaginanya menegang, Sherry agak terhentak, lalu kedua tangannya
tiba-tiba mencengkram pundakku, ia hampir mencapai puncak. Saat itu pula
kuhentikan jilatanku, lalu menarik nafas istirahat. Sherry terkulai
lemas, tubuhnya tergeletak tak berdaya diatas meja sambil perlahan
mencoba mengumpulkan nafas. Tejo, Seto, Lodi dan Andre hanya bisa
terpaku menatap aku dan Sherry, sementara Lea dan Manda terlihat puas
melihat “siksaan”ku terhadap Sherry. Aku berdiri setelah istirahat
sejenak.

“Gilaa!! Non Nia hebat!! Saya jadi horni banget nih lihat cewek lesbian kayak gitu” Seto angkat bicara.

Kutatap Sherry yang terkulai lemas dengan pandangan nafsu dan dendam.

Kulebarkan
kedua kaki Sherry sampai ia mengangkang. Kutarik pinggulnya sampai sisi
meja. Kali ini akan aku buat ia orgasme. Kutanggalkan rok sekolahku
lalu kulepas celana dalamku. Semua pria yang ada disitu tergelak menahan
ludah, menanti kejadian selanjutnya. Kubuka seragam sekolahku karena
udara sudah sangat panas, sambil kutanggalkan BH-ku, begitu juga dengan
Sherry, kubuat ia telanjang bulat.

Posisi kaki Sherry yang
mengangkang membuat vaginanya melebar, membuka bibir vaginanya, dan itu
membuatku terangsang. Kuangkat kaki kiriku keatas meja, lalu kudekatkan
selangkanganku ke selangkangan Sherry. Posisi tubuhku dan Sherry Seperti
dua gunting yang berhimpitan pada pangkalnya. Dengan nafsu yang membara
kugesekkan vaginaku dengan vagina Sherry yang masih terkulai lemas itu.

“Hmm.. aah.. cukup Kak.. aah..” Sherry mendesah memohon padaku.

Tanpa
perduli pada Sherry, aku yang sudah dibakar nafsu terus melaju.
Sementara Pria-pria yang ada disana mulai mengeluarkan kemaluan mereka
kemudian melakukan onani sambil menyaksikan aku dan Sherry. Semakin lama
semakin kupercepat gesekkan vaginaku, sambil kulihat wajah Sherry yang
cantik itu dengan nafas memburu, membuatku kian terangsang. Tubuhku dan
Sherry bergerak seirama, kurasakan keringat mengucur dari tubuhku, serta
vaginaku kian basah oleh cairan kewanitaanku yang bercampur dengan
cairan kewanitaan Sherry. Selama hampir 5 menit kupacu tubuh Sherry, dan
tiap detik pun kurasakan kenikmatan dan rasa dendam yang terbayar.

Di
tengah deru nafasku yang saling memacu dengan nafas Sherry, tiba-tiba
kumerasa sesosok tubuh besar memelukku dari belakang. Ternyata itu
Andre, pria hitam bertubuh gendut itu sudah telanjang bulat dan memeluk
tubuhku sambil memainkan jemarinya di puting payudaraku.

“Saya
juga ikutan ya Non Nia? Habis Non Nia bener-bener hot sih” permintaan
Andre kuturuti tanpa menjawab, sebab jarinya yang memilin puting
payudaraku semakin membuat aku berenang dalam lautan kenikmatan.

Kulirik
Sherry yang menarik nafas terengah-engah dan kulihat tubuhnya mulai
menggelinjang merasakan kenikmatan. Kupercepat gerakanku, sambil mencoba
untuk mengatur nafas, tiba-tiba sebuah benda kurasa menyentuh pantatku
lalu menelusup diantara belahannya. Aku mendengar Andre melenguh,
ternyata benda itu adalah penisnya yang menegang dan berusaha meyodok
lubang anusku.

“Non Nia, saya nggak tahan lagi nih..” permintaan Andre kupenuhi, kubiarkan penisnya masuk ke lubang anusku.

Dengan sedikit hentakan, penis Andre menerobos masuk anusku. Kurasakan benda itu berukuran besar, memenuhi lubang anusku.

“Aaah..
lobang Non Nia masih rapet banget nih..” Andre mencoba menekan
pinggulnya untuk memasukkan seluruh batang penisnya. Sambil terus kupacu
tubuh Sherry, Andre juga mulai memompa penisnya di lubang anusku. Tak
berhenti, Andre menjelajahi bagian atas tubuhku dengan tangannya.

Kejadian
ini berlangsung hampir 7 menit sebelum, Sherry berteriak kencang
memperoleh puncak kenikmatannya. Tak berapa lama kemudian giliranku dan
Andre yang mencapai orgasme bersamaan, ditandai semburan spermanya di
lubang anusku. Aku sangat lelah, tubuhku basah oleh keringat, namun aku
sangat puas, puas karena dendamku terbayar dan puas atas kenikmatan yang
kuperoleh tadi. Kubiarkan Sherry beristirahat selama kurang lebih 5
menit, sampai akhirnya “penyiksaan” ini dimulai lagi.

Aku
duduk menjauh dari Sherry, kali ini kuputuskan menjadi penonton saja.
Tongkat komando kini dipegang Lea, ia kini yang memerintah semua yang
ada disitu. Tejo, Lodi dan Seto mendekati tubuh Sherry yang tergeletak
tak berdaya. Lea memberi tanda pada Seto yang dijawab dengan anggukan
kepalanya. Seto memegang pinggul Sherry yang lemas itu kemudian memutar
tubuhnya. Posisi Sherry kini telungkup dengan memperlihatkan bulatan
pantatnya yang padat berisi.

“Nah, Non Sherry siap-siap ya!”
Seto berujar sambil mengangkat pinggul Sherry sampai ia dalam posisi
menungging. Sherry cuma bisa menunggu siksaan apa lagi yang akan
diterimanya dengan pasrah. Meski tubuh Sherry tampak lemas, ia masih
saja menggairahkan. Seketika saja Sherry mendesah pelan, Seto dengan
nafsunya meremas bongkahan pantat Sherry sambil mengelusnya.

“Hajar aja!!” perintah Lea.

Setelah
mendengar perintah Lea, Seto yang sudah menunggu dari tadi langsung
melesakkan penisnya yang menegang itu ke lubang vagina Sherry. Wajah
Sherry terlihat terkejut sambil menahan sakit. Ukuran penis Seto yang
besar memaksa masuk ke lubang vagina Sherry yang rapat itu. Sherry
berteriak tiap kali Seto mendorong penisnya masuk.

“Vagina Non Sherry rapet banget nih, aahh..” Seto berkata sambil mendorong penisnya lagi memasuki vagina Sherry.

Setelah
seluruh penis Seto masuk dalam lubang vagina Sherry, seto berhenti
sejenak, ia membiarkan Sherry mengambil nafas sejenak. Namun Seto tidak
membiarkan Sherry berlama-lama, perlahan-lahan ia mulai memompa penisnya
didalam vagina Sherry. Gerakan Seto makin cepat, deru nafas Sherry dan
Seto terdengar keras dibarengi gerakan mereka yang seirama. Sambil terus
memompa penisnya, Seto memainkan tangannya menjelajahi pantat dan
pinggul Sherry yang basah oleh keringat. Sekali lagi Lea memberi tanda,
Seto mempercepat lagi gerakannya, membuat tubuh Sherry bergerak kian
liar. Tejo maju menghampiri Sherry, ia berdiri di depan wajahnya. Tejo
mengangkat tubuh Sherry sampai ia dalam posisi merangkak.

“Aaah.. cukup Pak.. ah..” Sherry memohon pada Tejo.

Dengan
senyum mengejek Tejo memaksa Sherry membuka mulutnya. Dengan nafsu yang
membara ia memaksa penisnya masuk ke bibir mungil Sherry.

“Ayo isep penis saya Non!! isep!!” Paksa Tejo.

Karena
ketakutan, Sherry dengan pasrah menerima batangan penis Tejo menembus
bibirnya. Besarnya penis Tejo nampak memenuhi seluruh mulut Sherry. Tak
bisa kubayangkan betapa puasnya Tejo, ketika gadis SMU secantik Sherry
kini sedang mengulum penisnya.

Dari jauh kulihat Sherry
menangis, airmata jatuh ke pipinya, ia merasa terhina dan jijik.
Dendamku benar-benar terbalas, Sherry benar-benar menderita. Dibalik
semua itu aku juga merasa kasihan padanya. Tejo mulai memompa penisnya,
melakukan gerakan maju mundur dihadapan wajah Sherry. Kini mulut dan
vagina Sherry telah dipompa dua batang penis. Keringat membasahi seluruh
tubuhnya, membuat tubuh Sherry terlihat berkilau seksi. Hanya Lodi saja
yang belum menikmati Sherry, kini ia naik keatas meja, lalu
memposisikan dirinya diatas punggung Sherry seolah-olah ia sedang
menaiki kuda. Lodi meletakkan penisnya diatas punggung Sherry, sambil
kemudian ia gesekkan. Tangan lodi menjelajah kedua payudara Sherry yang
tergantung.

Tiga orang itu sekaligus menikmati tubuh Sherry,
tak bisa kubayangkan perasaan Sherry saat ini. Vagina, mulut, punggung,
payudara, hampir seluruh bagian tubuhnya dirangsang. Kulihat Seto
berejakulasi di dalam liang vagina Sherry, sperma yang melimpah keluar
dari penis Seto mengalir keluar melalui liang vagina Sherry, seketika
itu juga Sherry bergumam sembari menaikkan pinggulnya, ia berorgasme.
Setelah Seto puas membasahi vagina Sherry dengan spermanya, giliran Lea
menggantikan posisi Seto. Dengan liar, Lea menjilati vagina Sherry yang
masih basah oleh sperma Seto.

Selang berapa menit kemudian
Tejo berejakulasi, ia berteriak kencang memanggil nama Sherry sembari
memuncratkan spermanya di wajah Sherry, kulihat Sherry menerima semburan
sperma itu di sekitar bibir dan pipinya, bahkan ia menelannya, mungkin
Sherry sudah pasrah dan memilih untuk menikmati kejadian ini.

Setelah
Tejo, giliran Lodi berejakulasi diatas punggung Sherry. Sperma lodi
nampak membasahi kulit punggung Sherry yang putih mulus. Andre yang dari
tadi diam, bergerak menggantikan Lea yang kini merubah posisi Sherry
menjadi terlentang, lalu memegangi tangan Sherry keatas.

Penis
Andre yang ekstra besar itu menembus vagina Sherry, dan dengan liar
memompa tubuh Sherry. Sherry yang sudah sangat lelah hanya mendesah
pelan sambil menikmati. Hampir 10 menit Andre memompa penisnya didalam
vagina Sherry sampai akhirnya gerakan Andre dipercepat, Sherry
berteriak, pinggulnya naik, tubuhnya nampak bergetar, ia kembali
berorgasme. Tidak lama kemudian Andre berejakulasi di luar vagina
Sherry, ia membiarkan spermanya jatuh membasahi selangkangan Sherry.

Bacaan sex top: Cerita Dewasa Bercinta Sama Ibu Guru Sampai Hamil

Suasana
sunyi hanya terdengar desah nafas Sherry yang mencoba mengatur kembali
nafasnya. Tubuhnya basah oleh keringat, selangkangannya dipenuhi sperma,
Sherry hanya tergeletak diatas meja itu. Kubayar uang yang kujanjikan
pada Tejo, Andre, Seto dan Lodi. Mereka lalu pergi meninggalkan ruangan
ini dengan senyum puas.

“Nah, sekarang kapok kan lo?” bentak Lea kepada Sherry.

“Makanya
jangan macam-macam, kalo lo bilang-bilang kejadian ini sama siapapun,
rekaman video tentang lo bakal gue sebar luas!! Terus lo bisa jadi
bintang porno terbaru dan terkenal, he.. he.. he.. ” ancamku pada
Sherry.

“Sekarang lo bilang!! Gimana rasanya tadi?! Ayo jawab!!” bentak Lea.

“Kok diem aja?! Ayo jawab tolol!!” bentakku.

“Enak Kak..” jawab Sherry ketakutan.

“Enak?! lo seneng dientot?!” bentak Lea lagi.

“Iya Kak.. enak sekali.. nikmat..” Sherry menjawab.

“Lo mau lagi?!” Manda yang dari tadi diam kini bicara.

“Ma..mau Kak..” jawab Sherry.

Aku,
Lea dan Manda saling berpandangan sambil tersenyum. Ya, akhirnya Sherry
kini menjadi bagian gengku, geng gila seks yang suka sekali mencari
kenikmatan, haus akan hal-hal berbau seks. Dan si cantik Sherry, adik
kelasku menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam petulangan seks ku
selanjutnya. – Situs dewasa sex online terlengkap, novel sex terupdate, novel sex
dewasa, novel xxx terbaru, novel cerita hot, novel cerita bokep, novel
cerita porno, novel mesum, novel abg ml, novel tante selingkuh, novel
janda hypersex, novel sex terpanas, novel perawan suka bugil.

Cerita
Sex / Cerita Dewasa / Cerita Mesum / Cerita Panas / Cerita Porno /
Cerita Bokep / Cerita Sex Tante / Cerita Sex ABG / Cerita Sex Janda /
Cerita Sex Perawan / Cerita HOT / Kisah Sex / Sex Bergambar / Foto Seks

Video Bokep
Gravatar Image
NovelSeks.org Merupakan media hiburan bagi orang dewasa berumur 20 tahun keatas, bagi yang belum mencapai batas umur saya mohon kesadarannya untuk segera meninggalkan blog ini. Bagi yang cukup umur silahkan menikmati sajian cerita cerita panas igo nakal terbaru 2017 yang telah kami sudur dari berbagai sumber blog lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *