Lina Tukang Pijit Nikmat

Posted on

Cerita Sex Nyata Lina Tukang Pijit Nikmat – Suatu siang, setelah plg kerja aku ngerasa badan pegel2 dan capek bgt. Pengen rasanya pijit utk membuat rileks badan ini, pikirku. Dan akupun mulai mencari info ttg pemijat yg biasanya bs dipanggil. ( bkn yg plus2 lho…niat awalnya ) Biasa, di kampung ga ada PP, yg bnyk malah tukang pijit panggilan. Karena tukang pijit yg biasanya dipanggil ma nyokap sdh meninggal krn udh tua.

Cerita Sex 2018 Jadi kelabakan lah aku mencari tukang pijit pengganti. Akhirnya aku dapat info dr tmn ada tukang pijit yg memang jago mijit dan masih muda. Sebenernya aku tidak terlalu mempermasalahkan umur,krn yg aku butuhkan saat itu memang pijit yg sbnrnya yg bkn plus-plus.Akupun diantar tmnku itu kermh si pemijat,sebut saja si pemijat itu Mbak Lina.

Kumpulan Cerita Sex Nyata Terupdate 2017 Lina Tukang Pijit Nikmat

Cerita Sex Nyata Lina Tukang Pijit Nikmat
Cerita Sex Nyata Lina Tukang Pijit Nikmat

Novel Seks Setelah bertemu,maka si Mbak itu bs dipanggil utk memijat dirmhku keesokan harinya. Kami pun sepakat keesokan harinya jam 9 pagi,Mbak Lina akan datang kermh. Saat awal bertemu tak ada kesan istimewa yg menarik perhatianku. Hanya saja,memang Mbak Lina ini masih muda dan cantik. Berumur sekitar 28thn,janda muda tnpa anak,begitu info yg kudapat dr tmn ku.

Soal fisik,saat bertemu,tak terlalu mencolok karena Mbak Lina tidak terlalu menonjolkan bentuk tubuhnya… Hanya saja,dia berkulit coklat ( bkn hitam ya…),rambut sebahu,wajah cantik alami. Sesampai dirumah akupun tak ada pikiran apapun soal mbak Lina. Keesokan harinya,jam 9 pagi sesuai kesepakatan,Mbak Lina datang kermh yg kebetulan hari itu sedang kosong. Aku mempersilahkan masuk,dan kami pun berbincang sebentar. Mbak Lina kulihat hari itu hanya mengenakan pakaian yg lebih mirip daster mnrtku.

Karena memang rmhnya tak seberapa jauh dr rumahku. cSetelah berbincang sebentar,kamipun masuk ke kamar utk prosesi pijat. Aku yang hari itu memang hanya mengenakan boxer,cuek saja. Krn memang saat tidur kadang aku hanya mengenakan boxer tnpa CD. Setelah didlm kmr,aku yg hanya mengenakan boxer saja langsung berbaring tengkurap. Mbak Lina yg telah mempersiapkan minyak dan sgala macamnya,tampak mulai memegang telapak kakiku. Mbak Lina mulai memijat bagian kakiku hingga ke paha sampai selangkangan. Terus terang ini membuatku sedikit horny. Aku pun mengajaknya ngobrol,drpd horny…pikirku.

“Mbak udah lama ya terjun di dunia pijat memijat ?” tanyaku sambil bercanda. “Ya,lumayan,mas.. sejak cerai sama suami,saya harus mencukupi kebutuhan hidup. Salah satunya ya jadi tukang pijat,mas. Karena pendidikan saya kurang,dan ketrampilan saya cuma mijat aja,mas.”,jelas Mbak Lina. “Ohh…Mbak udh cerai ya… Maaf lho saya ga tau,Mbak…”,sahutku. “Gak apa2,mas…”katanya. Kurasakan jari Mbak Lina yang memijat bagian selangkangan terkadang menyentuh “bola kesayangan”. Si “dedek” mulai menggeliat,aku mencoba menahan.

Mbak Lina mulai memijit daerah punggung,dia tampak sedikit kesusahan,karena posisi tubuhnya disebelah tubuhku. Akhirnya kutawarkan sesuatu. “Mbak klo kesusahan mijit punggung,Mbak dudu aja di kaki saya… Biar gampang mijitnya.”,tawarku. “Ohh…nggak apa2 ya,mas…? Maaf ya sebelumnya….”jawabnya. “Santai aja,Mbak.”jawabku. Mbak Lina mulai menduduki pantatku dan mulai memijat. Aku semakin bertambah horny,karena tindihan tubuh Mbak Lina diatas pantatku yg bergerak2 saat memijat. Ini membuat si “dedek” jadi bergerak2 pula.
Bbrp lama kemudian,aku disuruhnya membalikkan badan.

DASSHH… Ini dia. Mana si “dedek” lagi bangun,ga pake CD pula. Sial…pikirku. “Mas…sekarang mas terlentang,bagian belakang udah,tinggal yg depan.”,katanya. “Ehh….iya…”,jawabku. Akupun membalikkan badan. Saat aku terlentang,Mbak Lina tampak terbelalak melihat boxerku seakan menonjol keatas. Aku bingung bukan main. Malu pula. Tapi ternyata…Mbak Lina merespon biasa alias positif akan pemandangan itu.

Dan malah menggoda. “Wahh….kenapa itu,mas burungnya…?”godanya. Aku yang sedikit malu,malah nekat menjawab seadanya. “Lagi berdiri,Mbak.. Ga tau knp… Minta dipijit jg kyknya…”,balasku sambil tersenyum. Mbak Lina hanya tersenyum. Mbak Lina mulai memijat bagian kaki depanku. Sambil tidur terlentang,sempat kuintip dibalik dasternya saat dia membungkuk utk memijat kakiku. BUSEETT….Ternyata Mbak Lina ga pake BH…!!! Kunikmati pemandangan itu sepuasnya,saat Mbak Lina tak sadar. Payudaranya menggantung dengan indah. Ini semakin memperkeras berdirinya si “dedek”… Ahh……!!!

Mbak Lina mulai memijit bagian paha atas hingga selangkangan dalam. Karena aku memakai boxer pendek saat itu,maka sedikit terbukalah sebuah rongga dimana tangan Mbak Lina kadang menyentuh “bola”ku… Mbak Lina tampak memijat sambil sesekali melirik kearah bagian menonjol didepannya itu. Tangan Mbak Lina semakin sering menyentuh bagian selangkanganku,dan itu semakin membuat aku horny bukan main. Disaat keheningan sejenak itu,Mbak Lina kemudia nyeletuk. “Masih berdiri jg ya,mas…”,katanya. “Ga tau,Mbak…Minta dipijit jg mungkin.”,jawabku menggoda.

“Emang masnya mau saya pijitin burungnya…?”tanyanya. “Ya mau lah,Mbak. Klo bisa malah ga cuma dipijit.”,sahutku semangat. “Pijit aja dl ya,mas… Soal yang lain…ya….gmn ya….”,pikirnya. “Soal biaya,nanti saya bayar 2x lipat deh,Mbak. Plus saya kasih uang Tip.”,jawabku mupeng. “Gimana…? Mau kan,Mbak..?”,tanyaku penuh harap. “Boleh deh,mas… Asal bayar 2 kali lipat ya…sama uang tip tadi..”,katanya. “Iya…janji deh…”,kataku. Mbak Lina pun kembali memijit bagian selangkangan,dan tiba2 dipelorotkannya boxerku itu.

Maka,pastilah tampak penisku yang sudah tegang drtd langsung mencuat. Akupun dalam keadaan telanjang bulat. Mbak Lina mulai memijit batang penisku. “Wahh…besar ya burungnya,mas.”,katanya. Aku hanya mengangguk menahan nikmat dan konak. “Mbak,dibuka jg donk bajunya. Biar sama2 telanjang.”,pintaku. “Nanti ada org gmn,mas.”sahutnya. “Ga ada koq. Rumah lagi sepi.

Tenang aja,Mbak.”,jawabku. Mbak Lina pun mulai melucuti dasternya,hingga CD yang dia pakai. Kulihat kali ini,kemolekan tubuh Mbak Lina yg drtd membuatku penasaran. Payudaranya kulihat cukup besar,sekitar 34. Puting berwarna coklat,dan bagian bawahnya,ada sedikit bulu jembi yang menghiasi. Lalu, Mbak Lina kembali duduk disamping tubuhku sambil kembali memijit2 batang penisku. Akupun mulai menjamah payudaranya yg masih kenyal itu,dan meremasnya.

Aku benar2 horny saat itu….. Saat memijit penisku,kuminta Mbak Lina sedikit membungkuk untuk dapat kulihat vaginanya. Sekalian agar dia bs mengulum penisku. Langsung saja,dia lumuri kepala penisku dengan ludahnya dari kepala hingga batangnya menggunakan lidahnya.

Dijilatinya kepala penisku. Geli dan nikmat…. Lalu,dikulumnya penisku dari kepala hingga batangnya. Enak sekali sepongan Mbak Lina ini,pikirku… Saat dia membungkuk menikmati batang penisku,kumainkan bibir vaginanya,dan perlahan2 kumasukkan jariku kedalamnya. Vagina Mbak Lina sudah basah,pikirku…. ( Maklum,janda muda…pastinya haus akan kepuasan…pikirku…) Mbak Lina semakin binal mengulum penisku. Dan aku pun semakin bernafsu untuk menjilati vagina Mbak Lina. Bbrp menit kemudian,kuminta Mbak Lina yang terlentang.

Diapun menurut. Dia membuka pahanya,dan langsung kusosor vaginanya yg sudah basah itu. Kumainkan dengan lidah klitorisnya,Mbak Lina pun menggelinjang sambil merintih. Akupun semakn bernafsu menikmati gurihnya vagina Mbak Lina. Mbak pun tampak sangat menikmati.

Selang beberapa menit,kusudahi adegan jilmek itu,dan kuminta Mbak Lina untuk menungging. Tanpa basa-basi,Mbak Lina yang jg sudah dibutakan nafsu hanya menurut saja. Setelah dalam posisi nungging spt itu,langsung kutusukkan penisku. Kutembus bibir vaginanya yg sudah dilumuri cairan dari dalam lubangnya.

Blless…. Terbenamlah kepala penisku,dan kudorong hingga seluruh batang penisku tertanam semuanya. Mbak Lina langsung mendesah. “Aaagghhh….”desahnya. Akupun bergerak perlahan. Vagina Mbak Lina terasa hangat sekali,dan masih terasa sempit. “Aaghhh….Agghh…..Agghh…….ohh……”,de sah nakal Mbak Lina. bbrp menit kemudian,Mbak Lina berkata sambil terbata2 manahan nikmat. “Aghh…terusin…mas….lebih..ce..pat…”,rinthn ya. Akupun menggoyangkan pinggulku semakin cepat. “Saya…ahhh…..mau….keliar…mas….agghh….a aggh…..”,katanya lagi. Dan benar saja,bbrp detik kemudia Mbak Lina mengerang penuh nikmat. “Maass….saya…aghhh….keluar….aggghhh……. Aggghh…….”,erangnya. Kurasakan ada cairan hangat yang melumuri penisku didalam vaginanya.

Setelah itu,akupun meminta Mbak Lina yang berada diatas. Aku segera terlentang,dan Mbak Lina pun segera mengangkangi penisku. Diarahkannya penisku menuju lubangnya,dan setelah pas ditekannya tubuh Mbak Lina turun hingga penisku terbenam seluruhnya didalam lubang kenikmatan Mbak Lina.
Mbak Lina tampak memejamkan mata sambil bergoyang naik-turun.

Sesekali dia bergerak memutarkan pinggulnya. Dia bergoyang sambil tak henti2 nya mendesah. Kulihat,dia sambil sesekali meremas sendiri payudaranya. Binal sekali janda ini…..pikirku……! bbrp menit Mbak Lina bergoyang diatas tubuhku,dia pun mencabut penisku. Akupun memintanya terlentang,agar aku bs menggoyang tubuh sintalnya itu dr atas.

Mbak Lina pun terlentang sambil membuka selangkangannya,seakan mempersilahkan penisku untuk memasuki “pintu rumah”nya…. Tak menuggu waktu,aku segera membenamkan penisku dan bergerak pelan. Sambil sesekali kuciumi payudara Mbak Lina,dan kuhisap putingnya yang menegang karena terangsang. Lalu,kutaruh kedua kakinya diatas pundakku,dan kugoyang. “Agghh……mass…….ahhhh…….mmppphhh…..”, desahnya. Kuturunkan kakinya,dan kembali kuhisap putingnya yang sangat menggoda itu. Kaki Mbak Lina tampak merangkul pinggulku dan membantu doronganku. Tak berapa lama,kembali Mbak Lina mengerang.  Bacaan sex top: Ganasnya Gairah Birahi Tanteku

“Aggh….Maass……Ouugghh……..”erangnya.
Akupun paham,bahwa dia akan mendapat orgasme yang kedua. Benar saja… Langsung saja tubuhnya menggeliat dan tak mulutnya mengeluarkan desahan panjang. Matanya terpejam. Sedangkan aku,masih menggoyang perlahan,sambil menjilati putingnya. Bbrp menit kemudian,giliranku yang akan mencapai “ledakan”. Aku bergerak berirama. Dan kucabut penisku,lalu aku terlentang,dan kuminta Mbak Lina utk mengoralnya. ( Kan ga lucu klo keluar didalem. Secara Mbak Lina kan janda. Bisa habis aku). Mbak Lina langsung tanggap,dia langsung mengocok penisku dengan cepat. sesekali dihisapnya dan dijilati kepala penisku. Cairan kental itu sudah hampir mencapai ujung.

“Mbak…..mau..keluar….isep…mbak….agghh….. ..”,desahku. Mbak Lina langsung menghisap kepala penisku,dan tangannya mengocok batang penisku. CROOTT…CROOOTTT…CRROOT…CROOTTT…!!! Muncratlah cairan kental itu memenuhi rongga mulut Mbak Lina. Kulihat dia masih menghisap penisku. Ahhh……gila……Enak sekali sepongan Mbak Lina ini…..!!! Mbak Lina masih terus mengulum penisku,hingga tak ada sperma yang meleleh atau tersisa. Ditelannya spermaku itu.

Setelah prosesi “pelemasan otot” itu kelar,Mbak Lina berpakaian,dan beristirahat sejenak. Bbrp menit kemudian,dia melanjutkan kembali memijat bagian tanganku. Setelah selesai memijat,aku memberinya uang. Tak perlu disebut nominalnya ya…. Setelah itu kami berbincang sejenak. Kulihat jam sudah menunjukkan pukul 11 siang. “Mbak…enak sekali tadi…kapan2 boleh kan saya panggil lagi.”,tanyaku. “Boleh koq,mas….Saya jg kebetulan sudah agak lama nggak begituan. Jadi tadi saya puas sekali,mas…”jawabnya. Tak lama kemudian,Mbak Lina pun pamit pulang,dan aku beristirahat dengan puas.

News Online Itil
Gravatar Image
NovelSeks.org Merupakan media hiburan bagi orang dewasa berumur 20 tahun keatas, bagi yang belum mencapai batas umur saya mohon kesadarannya untuk segera meninggalkan blog ini. Bagi yang cukup umur silahkan menikmati sajian cerita cerita panas igo nakal terbaru 2017 yang telah kami sudur dari berbagai sumber blog lain.